Penulis Tim Redaksi. -. Inilah salah satu Bani yang paling terbanyak yang ada di Indonesia, Mereka adalah keturunan dari Imam Alwi Al-Mubtakir bin Ubaidhillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa Arrumi bin Muhammad An Naqib bin Ali Al-Uraidhi bin Jakfar Ash-Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zaenal Abidin bin Husein binti Fatimah binti Rasulullah SAW.
WafatnyaHabib Abdurrahman Assegaf Suatu hari, seorang santri Darul Musthafa, Tarim Hadramaut, asal Indonesia, mendapat pesan dari seoranh ulama besar disana, Habib Abdullah bin Muhammad bin Alwi Syahab. âSaya mimpi bertemu Rasulullah SAW, tapi wajahnya menyerupai Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf. Tolong beritahu anak-anak beliau di
Demikianpula halnya dengan keturunan Habib Abdullah bin Syekh Al-Aâidarus ( keponakan al-Aâdani ), yang banyak berhubungan dengan raja-raja India. Bilfaqih ialah gelar yang dinisbahkan kepada waliyullah Abdurrahman bin Muhammad bin Abdurrahman al-Asqo' bin Abdullah bin Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad al-Faqih Muqaddam
Pada1402 H (1981 M) Habib âUmar bin Muhammad bin Salim bin Hafiz meninggalkan Hadramaut bermasalah dan datang ke Al-Bayda. Beliau menghabiskan 10 tahun mengambil pengetahuan dari Habib Muhammad Al Haddar, dan Habib âUmar pun menikahi putrinya Habib Muhammad Al Haddar. Habib âUmar juga mengajar di Ribat.
MANAQIBAL-HABIB ABDULLAH bin ALWI ALHADDAD Ayah Habib Alwi bin Muhammad adalah seorang yang shaleh dari keturunan orang-orang shaleh. Di masa mudanya, beliau berkunjung ke kediaman Habib Ahmad bin Muhammad Al-Habsyi ShĂ´hibusy Syiâib untuk memohon doa, Habib Ahmad berkata, âAnak-anakmu adalah anak-anak kami juga, mereka
sebuah sepeda motor bergerak dengan kecepatan sebesar 72 km jam. PR DEPOK - Ketua Umum Cyber Indonesia, Husin Shihab belum lama ini menunjukkan bukti bahwa dirinya merupakan keturunan dari Nabi Muhammad SAW. Bukti yang diunggah berupa surat semacam sertifikat itu tampak menampilkan data lengkap Husin Shihab yang dikeluarkan oleh Rabithah Alawiyah Maktab Daimi. Tak hanya itu, terdapat pula gambar yang menunjukkan garis keturunan Nabi Muhammad SAW yang akhirnya sampai pada Husin Shihab. Baca Juga Minta Pemerintah Serius Tangani Pandemi, Adhie Massardi Sudah Tahu Covid-19 dari China, tapi Terus Impor TKA Bukti tersebut diunggah Husin Shihab sebagai respons terhadap salah satu warganet yang meragukan sebutannya sebagai habib. Kendati demikian, Husin Shihab mengaku dirinya tidak bermaksud mengandalkan silsilah keturunannya. Namun, hal itu dilakukan oleh Husin Shihab agar tak ada lagi yang meragukan dirinya sebagai salah satu keturunan Nabi Muhammad SAW. Baca Juga Beredar Video HRS Sebut Presiden Jokodokâ dan Ajak Melengserkan, Ferdinand Hutahaean Sadis Banget Orang Ini Sebab, apabila seseorang meragukan silsilah tersebut, lanjut dia, maka sama saja meragukan keluarga alawiyyin dan adanya keturunan nabi, atau ahlulbait.
ďťżJakarta, Insertlive - Habib Rizieq akhirnya pulang ke Indonesia. Di luar banyaknya kejadian yang menyita perhatian di balik penjemputan ulama yang sudah menetap di Arab Saudi kurang lebih tiga tahun, ada yang masih bingung mengenai silsilah darahnya yang keturunan Nabi bergelar habib karena punya darah keturunan Nabi Muhammad. Ia merupakan anak dari Habib Hussein bin Muhammad Shihab dan Syarifah Sidah ayah Betawi keturunan Arab yang mendirikan Gerakan Pandu Arab Indonesia. Seiring berjalannya waktu, organisasi itu berubah nama menjadi Pandu Islam Indonesia PII. Lalu bagaimana silsilah darah Rizieq yang merupakan keturunan Nabi Muhammad? Berikut petanya" Rasulullah Muhammad SAWBin Ali Bin Abi Thalib wa Fathimah Az-ZahraBin Husein As-SibthBin Ali Zainal AbidinBin Muhammad Al BaqirBin Ja'far As-ShadiqBin Ali Al UhothiBin Muhammad DjamaluddinBin Isa An NaqibBin Ahmad Al-MuhajirBin Alwi UbaidillahBin MuhammadBin AlwiBin Ali Lhala 'QasamBin Muhammad Shahib MurbathBin Ali Walidil FaqihBin Muhammad Al-Faqihil MuqaddamBin Alwi Ibnul FaqihBin AliBin Muhammad Maulad DaawilahBin Abdurrahman As-SegafBin Abu Bakar As-SakranBin Syeikh AliBin AbdurrahmanBin Ahmad Syihabuddin Al-AkbarBin Abdurrahman Al-QadhiBin Ahmad Syihabuddin Al-AsgharBin MuhammadBin AliBin MuhammadBin SyeikhBin MuhammadBin HuseinBin AbdullahBin HuseinBin MuhammadBin HuseinBin SyihabHabib Rizieq[GambasVideo Insertlive] kmb/kmb
News Habib Rizieq merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW ke-38 Budi Arista Romadhoni Jum'at, 13 November 2020 1641 WIB Habib Rizieq dari Mekkah serukan aksi. YouTube/FRONT TV - Banyak kalangan meragukan Imam Besar Front Pembela Islam FPI itu adalah keterunan Nabi Muhammad SAW. Namun perlu diketahui Habib merupakan nama yang disematkan untuk para keturunan Nabi Muhammad. Rabithah Alawiyah membeberkan dokumen keturunan Nabi Muhammad terkait silsilah Habib Rizieq Shihab. Rabithah Alawiyah mengeluarkan secarik dokumen keturunan Nabi Muhammad Habib Rizieq. Ketua Lembaga Pencatatan Nasab Makhtab Addaimi, Rabithah Alawiyah, Ustaz Ahmad Alatas menjelaskan dalam surat itu Habib Rizieq benar-benar masih keturunan Nabi Muhammad SAW. Baca JugaFPI Anggap Pernyataan Nikita Mirzani Sampah "Iya benar, yang ragu yang tidak tahu," kata Ahmad kepada Dia bahkan menunjukkan silsilah Rizieq berdasarkan berkas pencatatan kepada Jumat 13/11/2020. [dokumentasi Rabithah Alawiyah]Berdasarkan garis keturunan, Rizieq benar-benar merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, orang-orang yang meragukan Rizieq sebagai keturunan Rasulullah karena mereka tak mengetahui riwayat tersebut. Ia menegaskan kembali, Rizieq merupakan keturunan dari generasi ke-39 Nabi Muhammad SAW. Baca JugaFPI Tak Mau Polisikan Nikita Mirzani Sampah Tidak Perlu Ditanggapi Tapi jika diurut sampai ke Fatimah Az Zahra AS, maka Habib Rizieq merupakan keturunan ke-38. Berita Terkait Sebuah video memberikan kabar bahwa terjadi sesuatu kepada mantan pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq yang terkena sumpah Ahok. Berikut adalah faktanya. bandungbarat 2357 WIB Anies Baswedan disebut akan memimpin jihad bersama Habib Rizieq dan Habib Bahar untuk meluluh lantahkan Pondok Pesantren Ponpes Al-Zaytun, Indramayu. denpasar 1500 WIB Anies Baswedan disindir seorang Youtuber bernama Alifurrahman soal joging, bahkan istri Anies juga sampai terbawa-bawa. denpasar 1410 WIB Cek fakta benarkah Habib Rizieq dan Prabowo Subianto dukung Anies Baswedan baru-baru ini. sumedang 0940 WIB Habib Rizieq Shihab sampaikan pesan soal gelar atau sebutan 'habib' bagi para keturunan nabi. denpasar 1035 WIB News Terkini Dari 11 kasus itu, polisi juga menangkap 12 tersangka untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. News 1928 WIB Pemberian hibah gajah ini merupakan bentuk dukungan PT TWC bagi upaya konservasi satwa liar yang dilindungi oleh negara. News 1514 WIB Monumen tersebut juga untuk mengenang pertempuran 5 hari di Semarang dari sudut pandang yang lain. News 1508 WIB PT Semen Gresik kembali meraih prestasi gemilang melalui tim PKM Remas pada ajang Indonesian Conference & Competition Occupational Safety and Health ICC-OSH 2023 News 1433 WIB Jawa Tengah menjadi salah satu daerah dengan kasus terbanyak tindak pidana perdagangan orang TPPO, hal itu tentu menjadi sorotan News 1009 WIB Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membenarkan hari ini ia diudang secara khusus oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Negara News 1650 WIB Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka enggan menanggapi rumor Kaesang Pangarep yang akan maju Pilkada 2024. News 1536 WIB Penanganan drainase untuk mencegah terjadinya banjir pada musim hujan mulai dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang News 1326 WIB Belum lama ini, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka sempat melakukan kunjungan kerja ke Korea Selatan. Ia mengaku membawa oleh-oleh untuk Kota Solo. News 1944 WIB Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono AHY bakal duduk bersama membicarakan kerjasama politik jelang pemilihan umum Pemilu 2024 News 1801 WIB Kisah preman di Semarang, bertaubat ke jalan Tuhan usai menghabiskan masa muda dengan menjadi pengedar narkoba hingga begal News 1451 WIB Ada satu calon jamaah haji asal Klaten, yang tergabung Kloter 56 Embarkasi Solo meninggal dunia di pesawat dalam perjalanan ke Tanah Suci, Minggu 11/6/2023 News 1331 WIB Musik dangdut itu dimainkan seklompok ibu-ibu yang tergabung dalam Komunitas Yatiman Pasar Tambaklorok, mereka mengamen untuk anak yatim News 0710 WIB Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko mendorong generasi muda untuk lebih meningkatkan kesadaran politik News 0637 WIB Sandiaga Uno membenarkan kemungkinan bergabung dengan PPP setelah resmi keluar dari Partai Gerindra News 2215 WIB Tampilkan lebih banyak
TIMESINDONESIA, MALANG â Haul Akbar Ustadzil Imam Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof Dr Al-Habib Abdullah akan digelar di Kota Malang, 10-11 Maret 2018. Ribuan jemaah dari berbagai daerah, sudah mulai berdatangan ke Kota Malang sejak Jumat 9/3/2018. Di pemakaman Habib Abdul Qodir Bilfaqih dan Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih, di Kasin, Kota Malang sudah dipenuhi para jemaah dan para santrinya dari berbagai daerah di Haul tahun ini 2018, seperti biasa akan digelar di depan Ponpes Darul Hadits Al Faqihiyyah Alussunnah Wal Jamaah, di Jalan Aris Munandar, Kota Malang. BACA JUGA Mengenal Lebih Dekat Sosok Habib Abdul Qodir Bilfaqih Hari pertama, Sabtu 10/3/2018, akan digelar ziarah bersama ke makam Habib Abdul Qodir Bilfaqih dan Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bilfaqih, dilanjut dengan Khotmil Quran dan Pembacaan Mutiara-Mutiara Al Imamain di depan Pondok setempat. Di hari kedua, Minggu 11/3/2018, pembacaan Maulid Nabi dan dilanjut dengan ceramah agama oleh tiga penceramah, yakni, Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf dari Pasuruan, Habib Hadi Bin Alwy Alkaf dari Malang, KH Muhyiddin Abdul Qodir dari Sumedang dan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto. Setiap tahunnya, saat Haul Imamainâ puluhan ribu jemaah dri berbagai daerah, bahkan ada dari Malaysia dan Singapura, memadati lokasi Haul. Lalu seperti apa sosok Ustadzil Imam Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof Dr Al-Habib Abdullah Biografi singkat Ustadzil Imam Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof Dr Al-Habib Abdullah pada 12 Robiul Awwal 1355 H mahaguru Al-Ustadzul Imam Al-Habr Al-Qutub Al-Habib Abdul Qodir bin Akhmad Bilfaqih Al-Alawy dikaruniai oleh Allah SWT seorang putra yang diberi nama âAs-Sayyid Abdullahâ. Lama sudah Habib Abdul Qodir bin Akhmad Bilfaqih mendambakan seorang putra, dengan harapan kelak dapat meneruskan perjuangannya. Tepat pada 12 Rabiul Awwal 1355 H, Allah SWT mengabulkan dambaan Al-Imam Al-Habr Habib Abdul Qodir bin Akhmad Bilfaqih yaitu lahirlah seorang putra, putra tersebut diberi nama As-Sayyyid Abdullah. Sebelum As-Sayyid Abdullah lahir, Al-Ustadzul Imam Al-Hafidz dengan Al-Habibul Imam Al-Qutub Jaâfar bin Syaikhon menunaikan ibadah haji dan berziarah ke Maqbaroh Syarif Baginda Rasulullah SAW. Dihadapan Maqbaroh Baginda Nabi, beliau berdoa memanjatkan doa kepada Allah SWT agar dikaruniai putra yang kelak menjadi Ulama Besar dan Arifbillah serta dijadikan oleh Allah SWT sebagai Ahli Hadits yang dapat memperjuangkan agama dan memperluas sunnnah-sunnah Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Doanya dikabulkan oleh Allah. Putra yang diharap dan didamba oleh Al-Ustadzul Imam Al-Habr ternyata tidak sia-sia. Hal ini merupakan anugerah dari Allah SWT yang tiada nilai harganya. Sang Putra As-Sayyid Abdullah pada uisa tujuh tahun sudah berhasil menghafalkan Al-Quranul Karim. Hal ini bukan terjadi secara kebetulan tanpa usaha. Melainkan adanya usaha yang seimbang antara Sang Ayah dan Sang Putra. Sang Ayah yakni Al-Ustadzul Imam Al-Habr yang sekaligus sebagai mahaguru tunggal dari sang putra mengerahkan segala daya upaya untuk membimbing dan mendidik sang putra. Sementara sang putra mengimbangi dengan semangat belajar yang tinggi, ulet, tekun, dan rajin. Maka impaslah antara upaya sang ayah dengan usaha dan kemauan sang putra. Kenyataan diatas kiranya selaras dengan sabda Baginda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Abdil Bar dalam kitabnya âBayanul Ilmi Wa Fadlihâ. yang berbunyi âSesungguhnya Ilmu itu dapat diraih dengan cara belajarâ. Hadits diatas benar-benar dihayati dan diterapkan oleh As-Sayyid Abdullah yang terkenal dengan sebutan maha guru samahatil Ustadzil Imam Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof Dr Al-Habib Abdullah Bimbingan dan tuntunan sang ayah menjadi perhatian utama dari sang putra. Dan memang seyogyanya demikianlah apabila seorang murid ingin mendapatkan ilmu yang bermanfaat harus menanamkan rasa taâdzim yang dalam terhadap gurunya. Dengan semangat belajar yang menggelora dan bimbingan sang ayah, sang putra dikemudian hari mampu menguasai 40 bidang Ilmu Agama yang tentu saja hal ini merupakan warisan yang berharga dari sang ayah. Hal ini bukanlah sesuatu yang sulit dan mustahil apabila telah dikehendaki-nya. Seperti firman Allah SWT âItulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendakinyaâ. Masa Pendidikan Prof Dr Habib Abdullah Bilfaqih Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof Dr Al-Habib Abdullah secara penuh menimba ilmu dari ayahandanya, disamping mahaguru-mahaguru lainnya. Mengawali pendidikannya di Madrasah Ibtidaiyah Ath-Taroqy hingga Madrasah Tsanawiyah dilanjutkan masuk Madrasah Aliyah. Pada waktu itu madrasah-madrasah tersebut dibawah asuhan ayahandanya sendiri. Setelah selesai belajar dimadrasah tersebut beliau terus menggali dan menimba Ilmu di Pondok Pesantren Darul Hadits al-Faqihiyyah Li Ahlis Sunnah Wal Jamaah, di Kota Malang yang juga dibawah asuhan ayahanda Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof Dr Al-Habib Abdullah Sejak kecil hingga dewasa, semangat belajar tidak pernah pudar. Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof Dr Al-Habib Abdullah benar-benar sebagai figur penuntut ilmu yang tak mengenal lelah dan penuh dedikasi. Dikisahkan oleh keluarga Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof Dr Al-Habib Abdullah dan para santri ayahandanya, bahwa dimasa mudanya Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof Dr Al-Habib Abdullah sering menderita sakit sampai mengeluarkan darah karena tekunnya duduk menelaah kitab-kitab yang ia pelajari. Kala ayahanda Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof Dr Al-Habib Abdullah melaksanakan ibadah haji dan berziarah ke Maqbarah Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, terus memanjatkan doa kepada Allah SWT agar dikaruniai putra yang kelak menjadi Ulama Besar dan Arifbillah serta dijadikan oleh Allah SWT sebagai Ahli Hadits yang dapat meneruskan pendahulu-pendahulunya. Titik terang dari hasil dari doa itu telah tampak pada diri Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof Dr Al-Habib Abdullah Kegigihan dalam Memperdalam Ilmu Hadist SEPERTI dijelaskan dibagian muka bahwa Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof Dr Al-Habib Abdullah adalah sosok yang semangat belajarnya dan tidak mengenal lelah. Didukung pula bimbingan dan tuntunan dari ayahandanya yang sekaligus sebagai mahagurunya, maka tidak mengherankan pada usia yang masih sangat muda Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof Dr Al-Habib Abdullah telah menghafal dengan baik dua kitab hadits shahih. Dua dua kitab hadits shahih itu adalah âShohihul Bukhoriâ dan âShohih Muslimâ lengkap dengan isnad dan silsilahnya. Demikian juga dengan kitab âUmmatus Sittâseperti âSunnah Abu Daudâ, âSunan Thurmudzyâ, dan lainnya. Selain itu juga kitab-kitab hadits yang lain seperti Musnad Imam Syafiâi, Musnad Imam Ahmad Bin Hambal, Muwattoâ Imam Malik, An-Nawadirul Ushul Karangan Imam Al-Hakim At-Tirmidzy, Al-Maâajim Ats-Tsalats Karangan Imam Abu Qosim Ath-Thobrony, Al-Muâjam Karangan Imam Al-Baghowy, At-Tarikh Karangan Imam Ibnu Asakir, Al-Afrod karangan Imam Ad-Daruquthniy dan kitab-kitab hadist lainnya. Dalam melengkapi pemahaman tentang hadits, Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof Dr Al-Habib Abdullah memperdalam ilmu âMustholahul Hadistâ yaitu ilmu yang mempelajari ihwal-ihwal hadits. Yaitu ilmu yang mempelajari ihwal-ihwal hadits berikut perawinya. Dengan demikian, dapat disimpulkan muslim sejati adalah muslimyang mencintai ilmu. Ia selalu merasa haus dan terus haus akan ilmu, itu semua semata-mata demi mengggapai ridlo Allah SWT dan Rasulnya Sayyiduna Muhammad SAW. Sehingga selalu berusaha belajar dan memperdalam ilmu-ilmu agama dalam mengisi hidupnya. Sebagaimana pernah dikatakan oleh Al-Ustadzul Imam Al-Hafidz âTidaklah seorang dikatakan hidup, apabila ia tidak berilmuâ. Tentunya kata-kata diatas bagi Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof Dr Al-Habib Abdullah bukan sekedar sebagai kata-kata mutiara belaka, namun apa yang Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof Dr Al-Habib Abdullah katakan itu betul-betul diikuti oleh bukti nyata dan merupakan cermin dari kehidupan segala sepak terjang dan aktivitas kehidupan beliau selalu dilandasi oleh ilmu. Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof Dr Al-Habib Abdullah telah menerima hadits-hadits Musalsal bin Awwaliyah. Yaitu hadits-hadits yang diriwayatkan langsung oleh ayahandanya yang sekaligus sebagai mahagurunya, juga guru-gurunya yang lain seperti As-Syekh Al-Muhaddist Abdul Hayy Al-Kattany yang riwayatnya terus bersambung dengan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Merupakan karunia Allah Yang Maha Agung kepada hambanya, yakni Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Prof Dr Al-Habib Abdullah telah dapat menghafal dengan baik 7 juta lebih hadits dari hadits-hadits Baginda Nabi Muhamamd SAW. *** Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hadits dan Sunnah, baik secara struktural maupun fungsional disepakati oleh mayoritas kaum Muslimin dari seluruh madzhab Islam sebagai sumber ajaran Islam kedua setelah al-Quran[1], karena dengan adanya hadits dan sunnah itulah ajaran islam menjadi lebih jelas, rinci dan spesifik. Meskipun begitu, dalam perjalanannya, hadits kurang berkembang pada abad pertama hijriah dan baru mulai berkembang pada sekitar abad ke 2, yaitu ketika dilakukannya tadwin atas perintah Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Sejak saat itu, hadits terus berkembang dan mulai dikaji diberbagai Negara islam dan berkembang dengan pesat. Meski sudah berkembang sekitar abad ke 2, upaya penelusuran sejarah perkembangan kajian hadits di Indonesia belum dilakukan secara sistematis. Hal ini terjadi karena adanya beberapa faktor. Pertama, suatu kenyataan bahwa kajian hadits di Indonesia tidak seintens kajian ke-Islaman yang lain, seperti al-Quran, Fiqih, akhlak dan sebgainya. Kedua, kajian hadits berkembang sanga lambat, terutama jika dilihat dari kenyataan bahwa ulama Nusantara baru menulis kajian di bidang Hadits pada abad ke 17. Sayangnya, tulisan tersebut tidak dikembangkan lebih jauh dan mengalami kemandegan hampir satu setengah abad lamanya[2]. Kajian hadits di Indonesia kembali mendapatkan perhatian pada paruh terakhir abad ke-19 dengan dimasukkannya kajian hadits dalam kurikulum pesantren dan madrasah[3]. Salah satu contoh adalah Pondok Pesantren Darul Hadis al-Faqihiyyah, Malang. Pondok Pesantren tersebut didirikan oleh al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih. Beliau sebagai pendiri Pondok Pesantren Darul Hadis al-Faqihiyyah Li Ahlussunnah wal jamaâah, dan merupakan ayah dari seorang tokoh hadis yang sangat populer di Indonesia pada zamanya, yaitu Abdullah Bilfaqih. Habib Abdulah bin Abdul Qadir merupakan tokoh ulama yang tegas dalam memegang prinsip-prinsip ajaran Islam, yang berazaskan al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad saw, serta ajaran yang telah digariskan oleh para leluhurnya. Latar belakang pendidikannya sangat luas sehingga bisa menjadikan beliau sebagai seorang ahli Hadits yang yang masyhur pada zamannya. Untuk itu, pada kesempatan ini penulis akan mencoba melakukan pembahasan mengenai pemikiran Abdullah Bilfaqih mengenai kajian hadits. B. Rumusan Masalah Dengan melihat latar belakang diatas, disini penulis akan memberikan batasan pembahasan berupa rumusan masalah agar pembahasan tidak melebar, yaitu 1. Bagaimana Biografi Habib Abdullah Bilfaqih? 2. Bagaimana Pemikiran Habib Abdullah Bilfaqih terhadap Hadits? 3. Adakah karya-karya Habib Abdullah Bilfaqih dalam bidang Hadits? C. Tujuan Tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Hadits di Indonesia. Selain itu, makalah ini juga ditulis untuk menjawab rumusan masalah diatas. BAB II PEMBAHASAN A. Biografi Abdullah Bilfaqih Habib Abdullah lahir di Surabaya pada tanggal 12 Rabiul Awal 1355 H yang bertepatan dengan 1 Juni 1936 M, beliau merupakan putera dari Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih, seorang ulama yang menguasai Ilmu Hadits dan banyak menjadi rujukan pada zamannya. Ibunya bernama asy-Syarifah Ummi Hani binti Abdillah bin Agil. Habib Abdullah mempunyai jalur keturunan langsung kepada Nabi Muhammad SAW. Lebih lengkapnya, berikut adalah jalur keturunan dari Habib Abdullah bin Bilfaqih al-Habib Abdullah bin Abdul Qadir bin Ahmad bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Alwi bin Abdullah bin Umar bin Ahmad bin Abdurrahman bin Muhammad al-Faqih bin Abdurrahman bin Abdullah bin Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Muhammad al-Faqih al-Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Marbath bin Ali Khalaâ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir bin Isa an-Naqib bin Ali al-Uraidhi bin Jaâfar ash-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib suami Fatimah az-Zahra binti Rasulullah saw[4] Sebelum dikaruniadi putera, Habib Abdul Qadir berangkat ke tanah Haram untuk melakukan ibadah Haji dan berziarah ke Makam Rasulullah, disana Habib Abdul Qadir berdoa kepada Allah swt. di depan makam Rasulullah agar dikaruniai putera yang alim dan mengamalkan ilmunya serta menjadi seorang ahli hadits. Selang beberaa lama doa beliau dikabulkan oleh Allah dan Habib Abdul Qadir dikaruniai seorang putera dan diberi nama Adbullah. Sejak kecil Habib Abdullah berada dibawah asuhan dan bimbingan ayahnya. Antara keduanya terdapat keseimbangan, yaitu ketekunan sang guru Ayahnya, yaitu al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih dalam mengajar dan kegigihan sang murid al-Habib Abdullah dalam mengikuti petunjuk dari sang guru serta dalam menuntut ilmu. Selain kepada ayahnya Habib Abdullah juga belajar kepada al-Habib Ali bin Husein al-Attas di Jakarta, yang dikenal dengan sebutan Habib Ali Bungur, seorang alim dan sebagai tokoh ulama yang dijadikan rujukan para ulama dizamannya. Habib Abdullah merupakan seorang yang ulet dan tekun dalam belajar, sehingga pada saat itu tidak ada yang bisa disamakan dengan beliau dalam hal belajar. al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih pernah mengatakan âAku telah mewariskan kepada puteraku ini empat puluh satu cabang ilmu agama.â Karenanya, tidaklah mengherankan jika pada usia 7 tahun, al-Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih sudah mampu menghafal al-Qurâan dan pada usia sekitar 20 tahun ia telah mampu menghafal Kitab Hadis Bukhari dan Muslim lengkap dengan matan serta sanadnya yang bersambung hingga Rasulullah saw. Habib Abdullah menempuh pendidikan Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah di Lembaga Pendidikan at-Taraqqi yang berada di Kota Malang. Setelah lulus, kemudian Habib Abdullah melanjutkan pendidikan Madrasah Aliyah di Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Darul Hadits al-Faqihiyyah di bawah asuhan ayahnya sendiri. Teman-teman sebayanya mengenal al-Habib Abdullah sebagai kutu buku. Dengan tekun ia menelaah berbagai kitab. Gara-gara terlalu kuat dalam belajar, ia pernah jatuh sakit. Meskipun begitu, hal itu tidak membuatnya berhenti belajar, walaupun dalam keadaan seperti itu ia tetap saja belajar dan belajar Habib Abdullah bin Abdul Qadir meninggal dunia pada tanggal 23 Jumadil Ula 1412 H bertepatan dengan 30 November 1992 karena sakit. Banyak sekali orang yang datang dalam pemakaman Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih untuk memberi penghormatan kepada beliau. B. Sikap dan Pemikiran Abdullah Bilfaqih Terhadap Hadits Sikap dan pemikiran Habib Abdullah Blfaqih bisa dilihat dalam metode dakwahnya yang selalu disampaikan kepada masyarakat Indonesia. Beliau selalu berharap agar setiap orang dapat selalu mengerjakan amal yang baik dan meninggalan yang munkar. Hadits yang dapat menguatkan apa yang telah disampaikannya selalu dijadikan rujukan utama setelah al-Qurâan. Kecerdasan Habib Abdullah Bilfaqih dalam berdakwah menyebarkan hadis berawal dari didikan yang baik sejak kecil. Adapun diantara kitab-kitab hadis yang dipelajarinya adalah, Kitab Shahih Bukhari, Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan at-Tirmidzi, Musnad al-Imam asy-Syafiâi, Musnad al-Imam Ahmad ibn Hambal, Muwathaâ karya al-Imam Malik, an-Nawadirul Ushul karya al-Imam Hakim at-Tirmidzi, al-Muâjam ats-Tsalats karya Abul Qasim ath-Thabrani. Tidak hanya sekedar menghafal hadits, al-Habib Abdullah juga memperdalam ilmu musthalah hadits, yaitu ilmu yang mempelajari hal ihwal hadits berikut para perawinya. Juga ilmu rijalul hadits, yaitu ilmu tentang para perawi hadits. Beliau juga menguasai Ilmu jarh wa taâdil dengan mempelajari Kitab at-Taqrib at-Tahzib karya al-Imam Ibnu Hajar al-Asqallani, al-Mizan at-Taâdil karya al-Hafidz adz-Dzahabi. Dalam berdakwah Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih mengajak kepada para umatnya agar menanamkan rasa cinta yang mendalam kepada Allah swt dan Rasul-Nya serta selalu menerapkan ajaran yang telah dibawa oleh Rasulullah saw. Selain dikenal sebagai ulama yang ahli dalam ilmu hadis, al-Habib Abdullah juga mumpuni dalam berbagai disiplin keilmuan lainnya, terutama dalam ilmu tasawuf dan fikih. Semua itu ia pelajari langsung dari ayahandanya. Dalam ilmu fikih ia mempelajari kitab fikih empat madzhab, Madzhab Hanafi, Maliki, Syafiâi dan Hambali termasuk kitab-kitab fikih lainnya, diantaranya adalah Fatawa al-Imam Ibn Hajar, Fatawa al-Imam Ramli dan al-Muhadzab al-Imam an-Nawawi. C. Karya-Karya Habib Abullah Bilfaqih Semasa hidupnya, Habib Abdullah Bilfaqih banyak menulis, baik buku, artikel dan karya tulis lainnya, diantara karya-karya Habib Abdullah Bilfaqih yaitu 1. Siapakah Ahlussunnah wal jamaâah? 2. Mengapa umat Islam menerima Pancasila? 3. Islam dan Tanda-tandanya, Iman serta bagian-bagiannya. 4. Majmuâatul Fatawa Wal Buhuhts al-Islamiyyah. 5. Irghamul Balid Fi Akhkamil Ijtihad Wataqlid. 6. al-Qaulurrasyiin Fi Adillatittalqin. 7. al-Mulhah. 8. Tanwirul Ghayahib. 9. Fatwa Maulid. 10. Serangkum Khutbah. Dari banyak karya tulis tersebut, secara spesifik belum ada karya yang benar benar membahas hadits secara lengkap. [1] Dr. Abdurrahman, MA, Studi Kitab Hadits, Yogyakarta Teras, 2009, hal XII. [2] Muh. Tasrif, Kajian Hadis di Indonesia, Ponorogo STAIN Ponorogo Press, 2007, cet. I, hlm. 17 [4] Majelis Tawassul, Prof. DR. al-Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bilfaqih, dalam diakses pada hari Minggu, 9 Maret 2013 pukul
keturunan habib abdullah bilfaqih