DenganTante Is, Pak RT mempunyai dua orang putri yang cantik-cantik, yang sulung namanya Erni sedangkan adiknya namanya Ana, umur keduanya hampir sebaya denganku. Istri keduanya namanya Tante Linda, orang Bandung, kulitnya putih bersih. Wajahnya mirip bintang sinetron Titi Kamal. Bodynya aduhai, montok, padat berisi.
CeritaDewasa, Istri muda Pak RT - Sebelum aku mulai bercerita tentang pengalamanku pertama kali berhubungan seks dengan seorang wanita, ada baiknya aku ceritakan latar belakangku terlebih dahulu. Aku adalah anak tunggal di keluargaku. Namaku Doni. Umurku waktu itu 17 tahun. Aku siswa sebuah SMU Swasta dikotaku. Bapakku adalah seorang
Kesepiancerita dewasa. 18.08 |. Aku terlahir dari sebuah keluarga besar, dengan dua orang Ibu dan 6 orang anak. Bapak saya beristri lagi saat saya berumur 2 tahun dan Ibu sakit sakitan. Umur 10 tahun bapak meninggal, dan Ibu tiri pindah dengan anak anak nya. Dari sinilah semua kehidupan saya berawal! Dari Ibu saya kandung, terlahir 3 orang
CeritaDewasa Kumpulan Cerita yang Mengandung Konten Dewasa (18+) Cerita Dewasa. Kumpulan Cerita yang Mengandung Konten Dewasa (18+) Home; Thursday, April 11, 2019. Nikmatnya tubuh Anak Pak RT Istri pak RT memaksa seperti itu dengan maksud аgаr tidаk lаgi mеnggаnggu hubungаn kаmi. Dеngаn аntuѕiаѕ аku mеngiуаkаn ѕаjа.
Jumat 27 Februari 2015. Kisah ini terjadi sejak setahun yang lalu dan herannya aku tidak dapat melepaskan dirinya dari sisiku. Panggil saja aku Emma. Sejak usiaku 20 tahun aku menjadi bintang iklan dan foto model, dan saat ini usiaku 27 tahun jadi sudah 7 tahun aku malang melintang di dunia modelling. Sejak aku sibuk menjadi model, ayah
sebuah sepeda motor bergerak dengan kecepatan sebesar 72 km jam. namaku anto anak dari toni papah dan andarimamah. papah seorang bisnisman yang supersibuk dan jarang sekali berada di mamah seorang ibu rumah tangga biasa yang suka mengisi waktunya denganmengisi ceramah pengajian ibu2, mamah mengisi acara pengajian bukan karena inginmengincar uang tapi hanya karena ingin mengisi waktu luang saja karena pada dasarnya untuk segi ekonomi keluarga kita cukup berada, mamah lulusan salah satu PTN dari jurusan yang berhubungan agama makanya mamah cukup pandai untuk mengisi acara pengajian ibu2 atau ceramah. waktu itu hari sabtu aku sedang di sekolah untuk latihan ekskul futsal, pada hari sabtu tidak ada kegiatan belajar mengajar. aku latihan futsal dari jam 8 sampai dengan jam 10, aku memiliki kebiasaan langsung bermain dengan teman2 atau tidak langsung pulang ke rumah. pukul 9 latihan futsal kami dihentikan karena memang sedari awal pelatih kami terlihat kurang sehat makanya latihan kami hanya dibimbing sebentar dan selebihnya kami dibebaskan memilih untuk latihan sendiri atau pulang. entah kenapa hari itu aku malas sekali untuk bermain dan lebih memilih untuk pulang. sekitar 20 menit perjalanan akhirnya aku sampai di rumah, yang aku tau rumahku sedang tidak ada siapa2 karena papah sedang keluar kota sementara mamah sedang mengisi acara pengajian di komplek sebelah. sesampainya di rumah sebelum memasukan motor, dari luar gerbang rumah aku melihat mobil mamah masih terparkir di garasi rumah kami dan di sebelah mobil mamah terlihat ada sepeda motor jadul yang tak lain aku sering liat motor tsb dipakai oleh pak rt. kutengok ke arah pintu rumah ternyata tertutup rapat, aku menjadi curiga kenapa mamah ga jadi perginya? kenapa ada pak rt? kalo bener ada pak rt kenapa pintunya ditutup rapet gitu? setelah banyak pertanyaan terlintas di pikiranku akhirnya kuputuskan untuk memastikan sendiri apa yang terjadi. aku putar balik motorku dan aku sembunyikan di pos satpam lalu aku kembali ke rumah, perlahan tanpa menimnbulkan suara kubuka gerbang dan memasuki halaman rumah, aku berjalan perlahan ke arah kebun samping rumah yang dimana disitu ada jendela yang bisa melihat isi di ruang tamu. saat semakin dekat dengan jendela aku mendengar suara aneh dari ruang tamu, suara itu cukup familiar. yang tak lain suara itu adalah suara yang sering kudengar saat menonton bokep, ya suara itu adalah suara desahan orang yang sedang asik ngentot. aku jadi makin penasaran apa yang terjadi di dalam. saat ku dekatkan wajahku ke jendela dan melihat kejadian di dalam aku sangat terkejut dan tercengang dengan pemandangan di dalam. mamah masih dengan menggunakan gamis tadi pagi yang dipakai katanya buat mengisi ceramah di komplek sebelah, tetapi bedanya gamis yang tadi pagi sebelum aku berangkat ke sekolah dengan gamisnya yang sekarang adalah gamis tadi pagi yang berwarna putih itu begitu rapih. sementara yang sekarang terangkat bagian bawahnya sampai ke perut dan masih lengkap dengan jilbab putihnya sedang asik menunggangi pak rt. terlihat pak rt sudah tidak memakai celana tetapi masih memakai baju kemejanya. awal banget aku melihat pemandangan itu sungguh kesal, bt dan cemburu tapi tak lama berselang itu semua terganti menjadi rasa pensaran dan nafsu lihat mamah bermain seks, walaupun aku tidak melihat tubuh mamah dengan jelas karna masih memakai pakaiannya, mungkin hanya bagian kaki dan pahanya yang bisa terlihat oleh aku. mamah “pak uuuhhh enak bangett pak..hmmm uuuhhh” pak rt “iya bu memek ibu juga legit banget..jarang2 dapet iuran bulanan rt dibayar pake memek ustajah binal hehe” terlihat mamah masih asik menggenjot dari atas, kadang maju mundur, atas bawah bahkan memutar m mamah “siapa yang ustajah binal uuuhhh pak rt hmmm?” pr pak rt “ya ibu dong hehe.. siapa lagi.. nih buktinya mau ngentot sama saya..” m “hehe bisa aja pak rt.. saya kan mau ngentot sama pak rt cuma itung2 amal saja hhihi.. nanti siapa tau dapet pahala bikin seneng orang dan juga buat bayar hmmm iuran RT, abis saya ga ada receh buat bayarnya hihi uuhhhh” aku kaget dengan perkataan mamah barusan, jadi mamah melakukan ini karena ingin membayar iuran bulanan, murahan sekali mamahku ini pikirku pr “asik.. berarti bisa rutin dong beramal ke saya nya? uuuhhh terus bu goyang hhmmm” m “tergantung pak, kalo iuran rt ya konsisten cuma tiap bulan dong hehe nah kalo beramal baru deh itu seminggu sekali dan tiap hari sabtu, kalo sabtu depan yang datang duluan bukan bapak ya berarti rezeki orang lain hehehe uuuhhhh hmmm” pr “wah kalo bukan saya bararti rezeki siapa tuh? hmmm” m “kan kata saya tergantung, bisa tukang sayur, pak satpam atau siapa aja yang datang duluan hihi uuhhhh hmm” pr “terus kalo saya, pak satpam sama tukang sayur dateng bersamaan gimana tuh? hehe” m “ya ga gimana2 pak, berarti semuanya saya kasih amal bareng2 hehe uuuhh” pr “wah kita semua gantian dong masuk sini nya buat ngegilir ibu hehe” m “hmmm uuhhh ngapain mesti gantian pak? ga aahhhh perlu ada yang saling nunggu hihi” pr “maksudnya bu? aahhh” m “ya kalo yang dateng2nya bareng2 aaahhh cuma bertiga langsung aja pada masuk ke rumah, mmmhhh ga usah saling nunggu, emang saya beras zakat mesti diantriin hihi” pr “kalo ga nunggu gimana dong bu uuhhh?” m “ya kalo cuma bertiga kan pas tuh bisa bareng2 uuuhhh hihi, yang hmmm satu di memek, satu dianus dan satu lagi mulut hmmmm uuhh hihi, kcuali kalo lebih dari tiga, hmmm sisanya yang ga kbagian ya berarticuma kebagian grepe2 doang hihi” pr “hmm dasar ustajah binal..” tiba2 pak rt memeluk tubuh mamah dan memutar tubuh mereka, sehingga kini pak rt ada diatas mamah sedang menunggangi mamah. pak rt menggenjot mamah dengan tempo cepat. pr “aaahhh terima nih peju gua uuhhhh aaahhh” m “jangan dulu pak rt uuuuhhhh tahan dulu aaahhh” pak rt menekan makin dalam dan tiba2 dia agak kejang2, nampaknya pak rt orgasme pr “aaahhh ga tahan saya bu hehe” terlihat raut wajah mamah sempet kecewa tapi dengan sekejap dirubah lagi menjadi senyuman manis m “gpp kok pak rt, yang penting pak rt puas kan?” tanya mamah dengan kontol yang masih menancap di memek mamah pr “puas dong bu, hehe” kata pak rt sambil kepalanya sandaran diatas tetek mamah yang masih tertutup gamis, dan tangan pak rt mengelus2 tetek mamah setelah istirahat beberapa menit pak rt bangkit dan mencabut kontolnya, pluuup bunyinya. terlihat cairan keluar dari memek mamah. m “uuhhh ga mau lanjut ronde dua nih pak? hihi” kata mamah genit sambil mengedipkan mata sebelah dan meremas2 toketnya sendiri pr “duh maaf bu ga bisa, saya mau nagih ke tetangga lain.. seandainya ga ada kegiatan saya mau full disini terus deh genjotin ibu hehe” m “alah kayak yg kuat aja, yaudah sana gih pergi hihihi” pr “ok bu saya pergi dulu ya, assalamualaikum” pak rt keluar rumah setelah sbelumnya telah memakai pakaian m “walaikumsalam” kata mamah menjawab tapi masih dengan posisi tadi, gamisnya terangkat sampai keperut dan memek dengan jembut dibentuk segitiga diatas memeknya terekspos kemana2. tak lama terdengar suara motor pak rt pergi. aku pikir pertunjukan show mamah secara langsung sudah beres, tetapi saat aku hendak pergi meninggalkan tempat mengintip ku tadi aku melihat mamah menarik nafas panjang dengan raut wajah yang sedikit kecewa, lalu terlihat mamah mengambil sesuatu dari tas kecilnya dan saat benda itu keluar aku kaget sekali mamah punya benda seperti itu, benda itu adalah vibrator kecil berbentuk kontol. mamah lalu menyalakan vibrator tersebut dan menggesek2annya di memeknya m “hmmm uuuhhhh aaahh” mamah terus orgasme selama beberapa menit, setelah beberapa menit berlalu terlihat badan mamah kaku dan menegang dan tak lama mamah sedikit mengejang. mamah baru saja orgasme waktu itu. nafas mamah sangat memburu waktu orgasme. setelah istirahat beberapa menit mamah terlihat sangat lelah dan tak lama terdengar mamah seperti tertidur. saat ini aku yakin kalo ga ada pertunjukan lainnya lalu aku putuskan untuk pergi. aku pergi mengambil motorku dan memasukannya ke garasi. aku pikir saat itu mamah terbangun oleh suara motor. saat aku masuk ruang tamu terlihat mamah masih tertidur diatas sofa dengan kaki mengangkang dan memek indah nya terekpos dengan bebasnya. kali ini aku bisa melihat langsung tanpa terhalang jendela kaca lagi. begitu indah memek mamah ditambah cairan meleleh dari sela2 memeknya, mungkin itu bekas pergelutannya dengan pak rt tadi. aku begitu nafsu melihat mamah dalam posisi seperti ini dan juga berkhayal bisa menggenjotnya. setelah dipikir2 sebentar aku tak peduli mamah akan marah atau bagaimana yang penting saat ini aku haru bisa menikmati mamah. kuputuskan untuk ngentot dengan mamah sekarang. kubuka seluruh baju dan celana ku hingga bugil. lalu kudekatkan ke tubuh mamah, terdengar dengkuran halus dari mamah. aku ingat dengan film yang aku tonton biasanya kalau mau ngentot harus pemanasan dengan ciuman, raba2 dll tapi saat itu aku tidak mau melakukannya karena takut keburu mamah bangun dan melabrak aku ditambah akunya juga sudah tidak tahan. kudekatkan kontolku ke memek mamah yang sangat basah itu. setelah kepala kontolku nempel dengan permukaan memek mamah, mamah menggelinjang dari tidurnya. kutekan perlahan kontolku, entah kenapa walaupun basah aku agak sulit memasukan kontolku. blleessshh akhirnya kepala kontolku masuk. tiba2 mamah bersuara, saat kulihat mukanya mamah masih memejamkan matanya dan merintih m “hmmm pak rt balik lagi? ketagihan ya? hehe uuhhh” ternyata mamah menganggap bahwa yang sedang menyetubuhinya pak rt. mamah berbicara dengan nada halus sekali, terlihat mamah lemas sambil merintih keenakan, aku ga berani menjawabnya karena takut ketahuan. m “ayo dong lanjutin.. masa diem aja pak rt” ditegur sperti itu membuat ku tersadar untuk cepat menuntaskan ini takut keburu mamah sadar sepenuhnya. kutekankan kembali kontolku dengan susah payah. m “duh kok kontolnya jadi ngegedein sih pak rt? hmmm enak nih uuhhh” bllleesss akhirnya kontolku masuk semua m “aaaahhhhh gila enak banget uuhhh gede, ayo genjot pak..” aku genjot dengan tempo perlahan, sebisa mungkin aku tidak mengeluarkan suara ataupun desahan. permainan kami terus meningkat dari yang perlahan mulai dinaikan temponya sleb sleb sleb tak lama mamah bersuara m “pak saya keluar uuuhhhh aaahhh” berasa sekali kontolku seperti disiram air hangat. kudiamkan sejenak kontolku agar memberi waktu mamah menikmati orgasme nya. m “hmm permainan bapak lebih enak dari yang tadi hihi uuhhh” entah kenapa mamah masih malas untuk mebuka mata padahal aku yakin kalau dia sudah bangun dari tidur dan sadar sepenuhnya. setelah istirahat beberapa menit tiba2 mamah menggoyang2kan badannya agar kontolku keluar masuk di dalam memeknya, ini kode agar aku memulai kembali genjotannku. ku mulai ronde kedua, sleb sleb pertama dengan genjotan perlahan, dilanjutkan agak tinggi temponya m “ayo lebih keras pak uuuuhh teruss aahhh” saat genjotan dengan tempo sangat tinggi aku melakukan kesalahan yang sangat fatal a aku “iya mah uuuhh” seketika aku sadar dan menutup mulutku dengan tangan. genjotan mamah pun berhenti tiba2, lalu mamah membuka mata m “anto.. apa yang kamu lakuin?” terlihat mamah melotot sambil berbicara dengan ku dengan nada tinggi a “hmmm annuu…” aku tidak bisa jawab apa2 dan hanya menundukan kepala karena sudah terlanjur malu dan takut, tetapi kontolku masih menancap di memek mamah m “berani2nya ya kamu, nanti mamah laporin ke papah biar ga dikasih uang jajan lagi” aku sangat takut waktu itu, kalau bener dilaporkan bukan saja uang jajan tapi aku bakal ga dianggep jadi anaknya lagi mungkin. mamah terus memarahiku panjang lebar, sementara aku hanya bisa menunduk dan manggut2 saja, anehnya saat dimarahi yang menurutku cukup lama itu kontolku masih menancap di memek mamah, jadi saat itu mamah memarahiku masih dengan posisi memeknya disodok kontolku. m “sekarang liat mamah anto” masih dengan nada tinggi, kuberanikan diri menatap wajah mamah m “kenapa kamu berani melakukan ini sama mamah?” aku masih belum bisa menjawabnya karena masih ketakutan, anehnya kontolku tidak menciut saat dimarahi mamah m “sekarang cabut itu..” kata mamah sambil menunjuk ke arah kontol ku dan dengan masih nada marah. perlahan ku cabut kontolku sambil kulihat wajah mamah m “uuuhhhhh…” terdengar mamah mendesah halus saat kontol ku dicabut plluupp. aku melihat mata mamah melirik kontolku saat sudah tercabut dan gigi mamah menggigit sedikit bibir bawah mamah, seperti ekspresi orang yang sedang pengen. tapi itu tak berlangsung lama, mamah kembali memarahi ku. tapi bedanya saat ini aku dimarahi mamah sambil mata mamah sering melirik kontolku yang tak loyo2. bagaimana bisa loyo, orang dimarahinnya sambil di tontonin memek mamah, saat itu gamisnya masih belum dibenerin jadi aku masih bisa melihat memek mamah. m “oke sekarang mamah mau telpon ke papah buat ngelaporin kelakuan kamu” kata mamah berdiri dan menurunkan gamisnya sehingga memeknya kini tertutup gamisnya a “jangan mah pliiisss” m “kelakuan kamu sudah kelewatan mamah mesti lapor ke papah biar kamu dikasih hukuman sama papah” a “jangan mah nanti bisa diusir dari rumah anto nya” kata ku mengiba, mamah berpikir sejenak m “yaudah gpp papah ga jadi mamah kasih tau, biar mamah sendiri aja yang ngehukum kamu” masih dengan nada jutek dan marahnya, aku hanya bisa mengangguk. mamah lalu berjalan ke pintu depan dan kepala nya keluar den celingak celinguk kiri kanan, lalu mamah masuk kembali dan mengunci pintunya m “mamah masih bingung menghukum apa ke kamu, mestinya mamah nanya ke papah” p “jangan mah plisss” m “yaudah gini aja deh hukumannya” dengan nada jutek, mamah kembali ke sofa ruang tamu. jika orang ingin duduk biasanya mendaratkan pantatnya terlebih dahulu tetapi mamah tidak, dengan gerak sangat perlahan mamah mendaratkan lutunya terlebih dahulu yang pertama kiri dan yang kedua kanan, kini lutut mamah ada di sofa. posisi mamah menghadap belakang sofa dan membelakangi ku. tangan nya memegang sandaran belakang sofa, mamah agak menungging. aku bingung apa yang dilakukan mamah. m “yee malah diem, mau hukuman mamah apa hukuman dari papah nih?” kata mamah yang lagi2 dengan nada jutek dan marah. aku bingung setengah mati apa yang mamah lakukan dan apa yang mesti kulakukan a “ga mau dihukum papah” m “yaudah berarti hukuman mamah aja, yaudah cepet” aku bingung mesti ngapain m “yee malah bengong.. nih biar jelas deh hukumannya apa” tiba2 mamah mengangkat kembali gamis bagian bawahnya sampai perut sehingga memeknya kembali terlihat tapi kini dari arah belakang. aku masih bingung, takut dan tidak percaya apa yang mamah lakukan, karena mamah masih bebicara seperti org marah tetapi malah memberi tontonan memeknya m “hehehe anto sayang, mamah cuma akting kok marah2nya, seneng aja liat kamu ketakutan gitu hehe. kontolnya masih bangun aja tuh, yyukkk sini sayang sodok mamah lagi, masih nafsu sama mamah kan?” kata mamah dengan nada lembut halus dan sedikit centil, beda 180 derajat dengan yg tadi a “bener mamah ga marah?” m “ya awalnya mamah marah tapi dipikir2 kasian kamu juga yang masih kena tanggung gitu hihi” a “kasian ke anto apa kasian ke mamah sendiri tuh yang masih nanggung? hehe” m “hahaha iya iya deh mamah ngaku, abis kontol kamu tuh bandel banget masuk memek mamah tanpa permisi, yaudah jadi mamah mau hukum deh hehe, masih nafsu sama mamah kan sayang?” a “hmm iya masih mah hehe” m “yaudah kalogitu genjot mamah lagi dong kayak tadi, tubuh mamah buat anto seorang hihi” aku kembali mendekat ke mamah, ku raba2 pantat mamah, pllaaakkk ku tampar pantat mamah m “aaaawwww kok ditampar sih?” kata mamah sambil menggigit bibir bagian bawahnya a “abis nakal sih pake maen sama pak rt sgala hehe” plllaaakkk m “uuhhhhh loh sayang kamu liat mamah sama pak rt tadi?” mamah agak kaget sambil mendesah karna ditampar a “iya mah hehe” m “jangan kasih tau papah ya? kamu ga marah kan sayang?” a “ok siap mah, ngga kok malah anto seneng liat mamah binal gitu apalagi masih pake jilbab hehe” m “hmm dasar anak mamah ini hihi, oh jadi kamu seneng mamah masih pake jilbab?” a “iya mah seneng banget hehe” m “yaudah kamu boleh deh nampar pantat mama lagi biar kamu seneng hehe” pllaaakk aku tampar kembali pantat mamah a “tuh 3 kali tamparan karna udah selingkuh dan binal hehe” m “dduuuuhhh gimana ya” kata mamah dengan berlagak seperti orang mikir m “kayaknya anto mesti nampar mamah 3 kali lagi deh soalnya mamah maen sama kamu tadi hehehe” a “hmmm dasar ppllaaakk pllaakkk pllaakk” m “uuuhhh aaaahhh uuhhhh” mamah terus mendesah saat kutampar m “enak banget sayang uuuhhhh, masukin kontolnya skrg dong sayang” a “ok mam” kuarahkan kontolku ke memek mamah, kugesek2an kepala kontolku di permukaan memek mamah m “hmm sayang masukin sekarang kontol kamu.. mamah ga tahan aaaaahhhhh uuhhhh” tiba2 mamah menegang dan agak mengejang. ternyata mamah orgasme hanya dengan digesek2 kontol m “tuh kan mamah keluar deh hihi, ayo sayang masukin skrg” perlahan kutekan kontol ku, agak susah tapi akhirnya semuanya masuk, blleessshhh m “uuuhhh gede banget kontol kamu sayang aaaahhh genjot ya aaahhh” a “ok mam uuhhhh slleb sllebb sllebb” m “uuhhh aaahhh uuhhhh” selang beberapa menit kugenjot dari yang tempo perlahan hingga cepat dan akhirnya mamah kembali orgasme m “aaaahh sayangg mamah keluar lagi, kamu masih belum keluar?” a “belum mah hehe” m “kok kuat banget sih? hayoh kamu sering maen cewek ya? makanya bisa kuat?” a “ngga kok mah sumpah deh” m “wah brrti masih perjaka dong? hihi” a “tadinya sih iya tapi kan skrg udah direbut sama mamah hehe” m “hmm dasar, ganti gaya yuk ah, cabut dulu kontol kamu..” pllluuup aku cabut kontolku, terus mamah menyuruhku rebahan diatas karpet ruang tamu, lalu mamah memasukan kembali kontol ku, kali ini dengan gaya mamah diatas. m “uuuhh aaah hmmm uuhh aaahhhh” mamah menggenjot ku maju mundur, atas bawah kadang memutar m “mau sambil nyusu sayang?” a “mau.. tapi ribet ah mesti lepas baju dulu uuhh aaahhh” m “ga usah lepas baju kok aaah mmhhh” tiba2 sreeeekkk, mamah menari baju nya dari arah kerah leher hingga sobek sampe perut. terus mamah mengeluarkan teteknya dari luar baju gamisnya a “kok disobek mah? ga sayang tuh?” m “abis tanggung sih hehe males lepasnya. nih nyusu sayang uuhhh” a “mamah ga pake bh? dari tadi?” m “hehe mamah lepas bh nya pas tadi liat pak rt mau ke rumah hihi” a “hmmm dasar uummhhh mmpphh ssrrruuppp,” sambil digenjot mamah aku nyusu ke tetek mamah m “ahhh terus sayang aaaahh uhhhh” cukup lama di posisi ini hingga aku udah mau orgasme a “mah anto mau keelluuarr uuhhh” m “bareng ya sayang mamah juga maauu keluarr aahhh” genjotan mamah makin cepat. crroott crrroott cret cret cret akhirnya kami orgasme bareng2 di dalam memek mamah a “enak mah uuhhh” m “iya sayang enak hha uuh ahh uhh” suara mamah masih ngos ngosan dan ambruk diatas tubuh aku m “makasih ya sayang, mamah ga pernah seenak ini” mama mengecup keningku a “sama2 mah, lain kali boleh lagi ga?” m “boleh dong sayang, kalo ga ada papah kamu bebas nyodok dan genjot mamah kok d rumah ini hehe” a “asiiikk” kulihat jam sudah menunjukan pukul 11 siang. mamah masih ambruk diatas tubuhku karena kelelahan dan tak lama kami berdua tertidur diatas karpet ruang tamu dengan kontolku yang masih menancap d memek mamah. pukul aku terbangun dan masih dengan posisi sama, mamah diatas aku dan kontol aku masih menancap di memeknya. perlahan aku sedikit memiringkan tubuh agar mamah bisa lepas dan rebahan di samping aku. plluuupp aku lepas kontolku, keluar cairan sangat banyak sekali dari memek mamah. karena kasihan mamah tertidur di karpet akhirnya aku putuskan untuk menggotongnya dan membawanya ke kamar, aku rebahkan kembali mamah diatas kasur di kamar mamah. tadinya aku ingin ikut tidur disampingnya, tetapi saat melihat mamah dengan keadaan gamis putih yang acak2n dan tetek memek nya terekspos kemana2 tetapi masih mengenakan jilbab menjadi sensasi tersendiri dan tanapa sadar membuat kontolku berdiri lagi, karena kasihan dengan mamah yang terlihat capek maka aku putuskan untuk mengocoknya saja menggunakan tangan sambil tangan satu lagi meremas tetek mamah. saat hendak ingin keluar aku dekatkan kontolku ke wajah mamah dan akhirnya ccrroo crroot cret cret cret aku nyemprotin sperma ku ke wajah mamah sebagian mengenai jilbabnya. mamah tidak terbangun dari tidurnya, setelah keluar semua aku mengelapnya dengan jilbab mamah dan kuputuskan untuk ikut tidur disamping mamah. saat asik tertidur aku merasa kontolku ada basah2 enak, setelah kubuka mata aku, kulihat ke arah bawah yaitu arah kontolku, ada kepala lengkap dengan jilbabnya sedang asik menjilati kontolku dan ternyata itu adalah mamah. mamah saat itu sudah berpakaian rapi lengkap dengan jilbabnya. m “eehhh udah bangun sayang” kata mamah masih sambil menjilati kontol ku a “mamah ngapain mah hhmmm” kataku yang masih setengah sadar m “ya bangunin kamu lah, liat tuh udah jam brp?” kulirik jam dinding ternyata sudah jam 4 sore. m “tadi kamu yang nyemprotin sperma di muka mamah?” a “hehe” aku hanya ketawa ringan ditanya seperti itu oleh mamah m “hmmm ssrrruupp kering tau muka mamah, mmpphh nyyyammm jadi lama aja mandinya” kata mamah sambil diselingin menjilat kontolku a “hehe maaf deh, emang mamah ga suka?” m “ya suka sih hehe hmm mmuuaahh ssrrllele” a “dihh dasar hehe, mah tadi katanya cuma mau bangunin anto, anto udah bangun nih, kok masih asik aja tuh maenin lolipop hehe” m “ini lagi ngebersihin sisa yang tadi, kamu tuh ya mau tidur bukannya dicuci dulu kontolnya, jangan dijadiin kebiasaan ya hhmm ssrrruupp” a “bodo ah mau dijadiin kebiasaan aja, biar tiap bangun tidur mamah ada kerjaan buat bersihin kontol anto hehe” m “hmm dasar.. yaudah deh mamah sekarang fungsinya jadi pembersih kontol anto, asal anto bisa muasin mamah terus kayak tadi aja hehe” a “ok siap mah, tuh kontol anto berdiri lagi, tanggung jawab mah hehe” m “yasudah pake mulut aja ya? hihi” lalu mamah lanjut mengulum kontol ku. jujur saja aku masih tidak percaya dengan kuluman mamah yang begitu lihai, aku tidak tahu mamah belajar dari mana, setau aku lingkungan mamah itu ibu2 pengajian saja, kecuali tadi aku melihat dia maen sama pak rt. aku keenakan di sepong mamah hingga muncrat di mulut mamah. mamah tidak langsung menelannya, tapi memperlihatkan ke aku dan memainkan dimulutnya lalu ditelan. akhirnya seharian itu kita terus bermain di rumah sampe sama2 lemas untuk esok harinya
“pulang pak…” sapa Pak Rt kepada Pak Karyo dari teras halaman. “eh… iya nih Pak.” Jawab pak karyo. Pak karyo melanjuti “oh iya pak… saya baru inget. Dari kemaren saya belum sempet ngasih formulir kartu keluarga yang diminta. Nanti saya anterin ya pak…” pak karyo mengingatkan keterlambatannya. “iya pak.. tolong disegerakan. Biar saya bisa langsung kasih ke RW” seru pak rt yang bernama asli Rojak itu. Pak karyo pun pamit dan pak rt melanjutkan lagi menyapu halamannya. Pak rt sore itu memakai sarung dengan kaos oblong warna putih. Menunjukan badannya yang gempal dan kulitnya yang kuning langsat. Rambutnya hampir penuh uban tetapi wajahnya masih fresh,tidak terlalu tua diumurnya yang 58. Pak karyo sendiri,berumur 46. Ia pegawai salah satu bank dijakarta dan sudah mempunyai 2 anak. Pakaiannya selalu rapih,dengan kacamata dan rambut yang klimis dan badannya tegap,ia salah salah satu primadona ibu ibu disana gossip yang beredar. Sesampainya pak karyo dirumah,ia disambut oleh sang istri. Dan pak karyopun bergegas untuk mandi. istrinya mengajaknya berbicara,ia hanya menjawabnya seperlunya. kamar tidur pak karyo memiliki kamar mandi sendiri. Didalam kamar,pak karyo langsung bertelanjang,ia menyalakan pancuran air terlebih dahulu dan membiarkan airnya hangat. Pak karyo berkeliling kamar dengan bugil,kontolnya masih tidur ditutupi oleh jembut yang tumbuh subur. Kedua kaki pak karyo terlihat jenjang dan kencang saat berjalan. Ia berjongkok untuk menggapai barang dibawah kasurnya,saat itu juga pantat pak karyo merekah. Menunjukan lobang pantat yang merah,bulu bulu juga menghiasi lobang itu. Pak karyo rasa air sudah menghangat,ia pun kembali ke kamar mandi. ia berdiri dibawah pancuran,air hangat langsung membasahi badannya yang berkulit coklat manis itu. Ia mengusap ngusap wajahnya,ia mengusap badannya,ia mengusap ketiaknya,ia mengusap kontolnya,ia mengusap pahanya,ia mengusap pantatnya,ia mengusap betisnya. Ia berikan semua kehangatan kesekujur tubuhnya. Ia merasa sudah segar kembali tapi entah kenapa ia merasa sange tiba tiba. Ia sentuh pelan kontolnya seraya membersihkan. Lama kelamaan kontol itupun tegang dengan sentuhannya sendiri. Dalam posisi menghadap ke pancuran,pak karyo bermain dengan kontol dan bijinya. Ia kocok kocok pelan “haaahhh..” desahan kecil mulai terdengar. Ia lepaskan genggaman tangannya,ia bebaskan kontol itu. Batang kontol yang tegak berdiri,dengan kepala kontol yang seperti jamur itu sudah ngaceng maksimal. “pah.. mandi kok gak bawa handuk?” seru istri pak karyo yang langsung masuk kekamar mandi. istrinya kaget melihat pak karyo mandi dengan kontol yang ngaceng. Pak karyo sendiri memberikan senyuman nakal. Pak karyo melangkah keluar,menghampiri istrinya. Handuk digenggaman istrinya ia ambil. pelan pelan pak karyo memeluk tubuh istrinya dan mengecup bibir yang berwarna merah pucat itu. Istrinya hanya menerima pasrah perlakuan sang suami. Tangan pak karyo yang awalnya memeluk sekrang sudah berganti tempat,ia remas remas kedua tete istrinya. “eeenngghhhh.. paaaahhh” desah sang istri. Pak karyo tak memperdulikan desahan itu. Ia tetap mencium dengan semangat sang istri. Pak karyo turun ke leher,ini membuat istri pak karyo semakin gelagapan. Ia mencakar cakar punggung sang suami. Kontol pak karyo sendiri sudah mengeluarkan cairan bening,menandakan dia sangat sange. Setelah leher,pak karyo membenamkan wajah ditete yang kenyal itu. “maaaahhhh…” teriakan suara anaknya diluar. “maaahhhh idho pulang…” pak karyo dan istrinya sontak kaget. Sang istri langsung mengehentikan ciuman sang suami “paaahhh… udah paaaahhh…” bisiknya. Dirasa tanggung,Pak karyo tetap menjilat jilat. Istrinya sedikit kesal karena pak karyo tak juga berhenti menjilat,lalu ia mencubitnya “aduh” pak karyo pun berhenti. Dan sang istri pun meninggalkan pak karyo untuk membuka pintu depan. Kini pak karyo sendirian dengan kontol yang ngaceng berat. Ia mencoba menunggu sang istri,tapi tak ada gunanya karena anak mereka sudah pulang jadi tak begitu leluasa. Ia pun kembali mandi,ia berpikir untuk ngeloco. Rasa nikmat yang diberikan berbeda,ia pun menghentikannya. Saat makan malam pak karyo teringat tentang formulir yang ia janjikan berikan ke pak rt tadi. Selesai makan pak karyo pun pergi “mah… aku kerumah pak rt dulu ya. Nganterin formulir buat kartu kesehatan”. Dijalan menuju kerumah pak rt,pak sugeng menyapa pak karyo “mau kemana pak…” pak karyo pun menghentikan langkahnya. “ini pak,mau kerumah pak rt ngenterin formulir” kata pak karyo. “oh… kebetulan,saya juga ingin kerumah pak rt,ada urusan. Yaudah kita bareng aja” seru pak sugeng. Mereka pun berangkat bersama. Sesampainya didepan rumah pak rt,keadaan sepi. “permisi… pak rt…” panggil pak karyo. Tak ada yang menjawab. Pak karyo kembali memanggil “pak rt….” sambil ia ketok pagernya. “mungkin pak rt sedang pergi pak…”pikir pak sugeng. Pak rt ada didalam,ia seorang diri,karena istrinya sedang keluar kota menjenguk sang anak yang tengah kuliah disana. dan pak rt sedang asyik menonton film porno dari komputernya memakai headset,karena itu ia tidak mendengar panggilan pak karyo. Pak karyo pun tak ingin menyerah,ia tetap memanggil “pak rt… trok trok trok” suaranya semakin kencang. Pak karyo ingin memberikan formulir ini sekarang juga,ia takut lupa lagi. Pak rt pun engeuh,seperti ada yang memanggil dari luar. Ia pun melongok dari jendela. “wah.. pak karyo dan pak sugeng…” ia langsung bergegas memakai sarung dan keluar kamar. “iya pak.. sebentar…” seru pak rt dari dalam. Pak rt pun menampakan wajahnya. “maaf pak malem malem mengganggu” seru pak sugeng. “oh ndak papa pak… maaf tadi saya ketiduran. Mari masuk pak…” pak karyo dan pak sugeng pun masuk. Keadaan rumah sepi,pak karyo bertanya “ibu kemana pak.. kok ndak kelihatan?” “ibu sedang nemuin anak yang sedang kuliah diluar kota pak…”. mereka pun duduk bersama. Pak karyo dan pak sugeng langsung memberikan keperluan mereka. Pak rt terlebih dahulu menawarkan minum. Pak rt bangkit dari duduknya,didalam sarung itu ia tidak memakai sempak. Jadi pantatnya yang besar terlihat mulus. Pak sugeng memperhatikan itu. pak karyo menawarkan rokok kepada pak sugeng. Pak karyo dan pak sugeng sendiri rumahnya berdekatan dan anak mereka pun bersekolah disekolah yang sama,jadi mereka sudah cukup akrab untuk ngobrol. “ini pak kopinya…” pak rt membawa nampan dengan 3 gelas kopi. Pak rt langsung menyalakan rokok kreteknya untuk menemani ngopi. Mereka kembali melanjutkan obrolan tentang urusan mereka. Pak sugeng yang sedari awal memperhatikan pak rt,menegaskan pandangannya. Sarung pak rt berwarna putih,dan diselangkangannya ada bercak cairan yang melebar. Pak rt tak menyadari kalau precumnya menetes keluar. Dalam duduknya,pak rt membuka lebar kakinya,tonjolan kontolnya benar ketara. Pak sugeng pun yakin kalau pak rt tak pakai sempak!. Pak sugeng bukannya fokus diobrolan,dia malah guyon soal pak rt. “masih senang ngeloco pak?” seru pak sugeng sambil senyum senyum. Pak rt dan pak karyo pun bingung mendengar itu. “apa pak…?” pak rt menegaskan. “itu ngencrit…” pak sugeng menunjuk selangkangan pak rt. Pak sugeng memang terkenal tukang ngebanyol,apalagi soal seks. Pak rt langsung mengecek kebenaran itu,dan omongan pak karyo benar adanya!. “gue gak sadar…” dalam hati pak rt berucap. Wajah pak rt berubah merah,menahan malu. “hehehe iya pak… tadi lagi enak enak tidur eh kepengen” pak rt mencoba ngeles. “enggak papa lah pak…. wajar kita laki laki” seru pak karyo dibalik diamnya. Obrolan mereka bertiga sudah ketebak akan berakhir kemana. “saya juga tadi sore pulang kerja sange tapi yah apa boleh buat kalau harus menunggu anak tidur dulu” pak karyo terlihat santay. “wah.. kalau saya sih gak bisa pak. Kalau udah kepengen yah harus dituntasin. Kalo enggak,palaku pusing!” pak sugeng protes. Pak rt yang duduk dihadapan mereka pun mencoba menutup mulut. “kalo bapak sendiri ngeloco pakai apa?” pak sugeng mengambil kendali. Pak rt menjawab seadanya “film porno pak”. pak karyo sedikit tidak percaya mendengar itu “bapak suka nonton porno?”. Pak rt tersipu malu “yah begitu pak…” pasrah kata katanya tentang aib yang sedang terbongkar. “memang,bu rt ndak marah?” lanjut pak karyo. “yah saya diem diem pak. kalao ketauan wah.. gawat!” pak rt tertawa. “saya sih dilarang sama istri,bisa bisa gak dikasih jatah kalo ketauan” kata pak sugeng. Pak karyo memikirkan tentang film porno milik pak rt,nafsunya kembali bangkit,ia ingin menuntaskan perkara tadi sore yang tertunda. “pak.. boleh saya lihat filmnya?” pelan pak karyo bertanya. Pak rt agak sedikit kikuk,antara iya atau tidak. Titit pak rt yang lemas seketika bangun,terusik oleh film porno yang sempat ia tunda,itu menandakan “iya”. Mereka bertiga pun berpindah keruang kerja pak rt,yang agak sedikit kebelakang rumah. “waaaahhhh… bapak bener nonton porno!” pak sugeng seperti tak percaya melihat layar komputer yang bergambar memek tengah kemasukan kontol. “iya,tadi saya pause,saya denger bapak bapak memanggil diluar!” pak rt seperti protes karena kesenangannya terganggu. Pak karyo mengambil bangku lagi “ayo pak disetel filmnya” terlihat pak karyo sudah tak sabaran. Pak rt langsung menungging,menggenggam mouse dan “klik” filmnya pun berjalan lagi. Pak rt dan pak karyo duduk bersebelahan dan pak sugeng berdiri,bersandar dibangkunya pak rt. “aaaahhhh… aaahhhh…” desah wanita jepang didalam film. “wah… mantep nih!” seru pak sugeng. Yang awalnya perempuan itu sedang di entot oleh seseorang,tiba tiba datang 5 orang bapak bapak jepang,yang langsung menarik sang pria dari sedotan memek sang wanita. Ke 5 orang itu langsung memukul sang pria,dan mengikatnya di samping,mulutnya disumpel dan pria itu dibaringkan dibelakang. Ke 5 bapak bapak itu tak menyia nyiakan wanita yang sudah bugil itu. mereka langsung menerkam wanita itu. teriakan pun menggema. 1 orang bapak langsung mencaplok memeknya,2 orang bapak bermain dengan tetenya,satu meneydot bibir sang wanita,dan satu lagi menyuruh sang wanita menggenggam kontolnya. Ke 5 orang bapak bapak itu sangat rakus. Tubuh sang wanita yang putih bening,tercetak kemerahan dibadannya,karena kasarnya perbuatan mereka. Serta air liur mereka membasahi tubuhnya. Sarung pak rt sudah membentuk tenda,ia tak menyadari kontolnya yang ngaceng. Pak karyo sendiri,meraba raba kontolnya. Pak sugeng hanya tetap fokus melihat layar. “pak.. aku buka celana ya?” izin pak karyo yang sepertinya sudah tak memperdulikan sekitarnya. Entah sange atau apa,Pak karyo dengan cepat sudah melepas celananya. Kontolnya tegak menantang,tanpa malu ia bugil didepan orang. Pak rt hanya mengangkat sarungnya,membebaskan kontolnya yang pendek gemuk itu ngaceng,cairan bening sudah keluar dari kontol pak rt,lumayan banyak. Pak sugeng masih tetap memakai celana,entah malu atau apa. Pak karyo mulai mengocok ngocok kontolnya yang panjang dan besar. “beruntung nya mereka… bisa dapet daun muda” kata pak karyo. Satu dari bapak bapak itu,mulai menyodok memek sang perempuan,bapak bapak yang berdiri disekitarnya hanya tertawa melihat sang perempuan merintih. “lobang memeknya,mulutnya… “ kata pak sugeng tak percaya. Bapak yang sedang asyik mengentot itu menyuruh sang wanita merubah posisi. Bapak itu rebahan,ia menyuruh si perempuan menduduki kontolnya. Perempuan itu pasrah menuruti,sesaat kontol tenggelam didalam memeknya “eeennggghhh..” wanita itu menggigit bibir bawahnya menahan kenikmatan. Tiba tiba satu orang bapak berdiri dibelakang sang perempuan,mengelus ngelus lobang pantatnya. Wanita itu merasa takut dan mencoba melarang sibapak. Tamparan dipantatnya yang semokpun didapatkannya,karena mencoba melarang. Tanpa aba aba lagi sibapak itu langsung menyodok lobang anusnya “aaaaaaaaaaaaaa….” perempuan itu teriak dengan air mata. Mereka tertawa terbahak bahak melihatnya. Sekarang ada dua kontol didalam lobang nya. “gila…. sampe lobang pantat juga diembat!” seru pak rt. “istri saya enggak pernah mau kalau saya minta isep,katanya jijik…” pak karyo melanjuti. “dulu mantan istri saya suka banget ngisep… saya kalo udah di isep dia,keluarnya cepet” kata pak rt. “saya ikutan buka celana yah…” dan sekarang pak sugeng sudah bugil,kontolnya lebih besar dari pak rt dan pak karyo. Mereka melihatnya sedikit aneh,kontol pak sugeng seperti punya orang luar!. “saya udah gak kuat pak…” pak sugeng mengocok ngocok kontolnya. “kuat berapa lama tuh?” pak rt melirik kontol pak sugeng. “hahaha… istri saya aja kwalahan kalo ditumbuk pake ini pak…” bangganya pak sugeng. Mereka lanjut lagi menonton. Tapi kenyataan yang ada sekarang lebih bikin sange daripada film,pikir pak sugeng,ia sangat ingin mengocok dan menghisap kontol bapak bapak ini. Niat isengnya pun hadir. “pak kita saling bantu kocok aja,biar enak keluarnya…” serunya. Pak karyo dan pak rt menatap aneh. “saya sih dulu waktu dikampung sering ngeloco bareng dengan teman teman. Memang bapak bapak gak pernah?” pak sugeng menyakinkan dan mengesankan mereka. Dalam pikir panjang,pak rt mulai mengocok kontolnya,seperti memberi kode kepada pak sugeng. Pak sugeng pun langsung menggenggam kontol pak rt tanpa risih. Pak rt menyandarkan tubuhnya,menikmati kontolnya dikocok kocok. Pak sugeng turun,ia juga menghisap kontol pak karyo tanpa permisi “heeehhh.. pak ngapain?” pak karyo kaget tapi kontolnya sudah masuk kedalam hangatnya mulut pak sugeng,ia pun tak jadi menolak. Pak sugeng menghisap kontol pak karyo dengan rakusnya dan meloco kontol pak rt dengan cepatnya. “paaaakkk suuudddaaahhh…” pak rt langsung menepis tangan pak sugeng. “saya nanti bisa keluar! Saya masih ingin berlama lama…” pak sugeng tersenyum. Sekarang pak rt hanya memandangi kontol pak karyo didalam mulutnya pak sugeng. Dari dekat ia bisa melihat dengan jelas,mulut pak sugeng yang membuka lebar,maju mundur. “bapak enggak jijik?” tanya pak rt. Pak sugeng hanya menggelengkan kepalanya. Pak rt memperhatikan wajah pak karyo yang ke enakan. Pak rt serasa iri,ingin menikmati sedotan pak sugeng juga. Ia lantas meyodorkan kontolnya ke pak sugeng “pak…” pak sugeng langsung melahapnya. “uuuuhhh….” pak rt menahan kepala pak sugeng. “enak pak?” tanya pak karyo polos. Pak rt hanya tersenyum dengan tangannya menuntun kepala pak sugeng. Tangan pak sugeng tk dibiarkan menganggur,pak karyo menyodorkan kontolnya yang langsung digenggam oleh pak sugeng. Pak karyo mengocok kontolnya dengan tangan kirinya. Secara bergantian pak sugeng menyedot kontol bapak bapak itu. 15 menit berlalu,pak sugeng bangkit berdiri “gantian dong pak…” pintanya. Pak rt dan pak karyo menunjukan ekspresi menolak dan pak karyo lagi lagi meyakinkan “pelan pelan saja bapak bapak… “ serunya. Pak sugeng langsung memberikan kontolnya yang besar itu ke pak rt,kontol hitam besar dan gemuk itu terpampang dihadapan wajah pak rt. Pelan pelan pak sugeng memajukan kepala kontolnya dimulut pak rt,ia mainkan kepala kontolnya dibibir pak rt “eeehhhmm eeehhhhmmm…” suara penolakan dari pak rt. Pak karyo yang sedikit menjauh langsung ditarik oleh pak sugeng “kocokin peler ku pak…” pak karyo hanya menurut. Suasana sudah dikendalikan kembali oleh pak sugeng. Posisi pak sugeng berdiri,pak rt duduk dibangku dan pak karyo duduk dilantai,ungguh pemandangan yang menggiurkan. “aaaaahhhhhhhh…. “ pak rt mulai memberanikan diri membuka mulutnya. “enak pak…” hangat terasa kepala kontol pak karyo rasakan. Pak karyo pun mengikuti jejak pak rt,ia mulai mengemut biji peler pak sugeng secara bergantian. Walau pak akryo mencium aroma pesing dari selangkangan pak sugeng tapi ia tetap menjilat jilat. “eeeennggghhh….” sekarang setengah batang kontolnya pak sugeng sudah terbenam dimulut pak rt,pak rt kesulitan bernafas. Pak rt memegang dua kepala bapak bapak itu seraya membimbing. “iya enak paaakkk aaaahhhh…”. tiba tiba pak sugeng menarik kontolnya secara spontan dari dalam mulut pak rt dan ia mencium pak rt. “eeeehhhhmmm…” pak rt gelagapan. Percaya tidak percaya ia berciuman sesama lelaki. Pak karyo langsung mengambil kontol pak sugeng yang menggantung dan langsung diemut. “aaaahhh. Ahhhhh… ahhhh..” peju pak sugeng mulai menetes netes tapi belum ngencrot. Sambil berciuman dengan pak rt,pak sugeng mengentot mulut pak karyo. “aaaaahhh… aaahhh…aaahhhh…” pak sugeng terus terusan mengerang. Dan “aaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh “ pak sugeng ngencrot. Peju langsung membanjiri mulut pak karyo. Pak karyo pun mengocok dengan cepat kontolnya dan “crrrooooootttttt eeeehhhhmmmm” peju muncrat daril lobang kontolnya. Pak sugeng langsung menarik kontolnya dari mulut pak karyo,peju yang banyak langsung meleleh keluar. Pak karyo langsung merebahkan diri dilantai dan pak sugeng duduk disebelah pak rt. Diantara mereka hanya pak rt yang belom ngencrot. “pak… aku belum keluar,gimana ini…” melas pak rt. “sabar pak…” pak sugeng meyakinkan pak rt kalau ia juga akan menikmati. Lantas pak rt kedapur mengambil air. Pak sugeng menatap pak karyo yang kelemasan. Ia menghampirinya. “pak… sedotan mu tuh enak sekali” mereka berbaring sebelahan. “ini pertama kali aku isep kontol pak!” mereka tertawa. Lalu pak sugeng membersihkan sisa sisa peju dipipi dan dagu pak karyo. Mereka saling menatap dan “eeehhhhmmm.. eennggghhh..” mereka berciuman. Bibir mereka berdua terpagut,lidah mereka berdua saling mengikat,dan aroma peju semerbak tercium. Mereka ciuman dengan penuh semangat,mereka berguling,pak karyo memeluk pak sugeng dengan erat,pak sugeng sendiri mengusap wajah pak karyo,mereka berdua sedang dibuai nafsu kedua. Pak rt yang kembali dari dapur kaget melihat kedua bapak itu sedang berciuman. “sini pak…” pak sugeng mengajak pak rt untuk gabung. Tapi pak rt kembali duduk tanpa gabung. Pak rt hanya melihat mereka berdua menyatu oleh kedua bibir mereka menempel. pak sugeng semakin bernafsu “pak punya minyak urut?” “punya pak… kenapa?” “yaudah tolong diambil” pak rt pun menuruti. “buat apa pak?” tanya pak karyo dalam kondisi dibawah badannya pak sugeng. Pak sugeng hanya tersenyum dan kembali ciuman lagi. Bersambung…
Baca selengkapnyaPak Vito adalah ketua RT di daerah tempat aku tinggal. Ia sering datang ke rumahku untuk keperluan menagih iuran daerah dan biaya air led cerita dewasa .Cerita Aku sering sendirian dan banyak melamun cerita dewasa. Yang sering hadir dalam khayalan seksualku justru Pak Parno, Pak RT di kompleks itu. sama dia , Bu Kasno nyampaikan padaku sambil nunjuk Pak Parno yang nampak Bau yang bisa langsung menggebrak libidoku, sehingga nafsu birahiku lepas .Saatsaat seperti itu membuat Nafsu Birahi ku naik. Yang sering hadir dalam khayalan seksualku justru Bapak Singgih, Pak RT di kompleks itu. Bu Kasno nyampaikan padaku sambil nunjuk Bapak Singgih yang nampak paling sibuk di Cerita Sex . Pada akhirnya, setelah hampir jam kami bercinta, aku mendapat .Tahun silam aku diangkat sebagai Ketua RT oleh warga Aku tertarik pada istri tetanggaku yg cantik,putih dan sexy. mendapatkan meniduri Titis istri tetanggaku, tepatnya akhir Maret lalu "Pak, kamu hebat!!," kata Titis padaku. Nafsu Birahi Wanita yang Telah Lama Menjanda Seks Terlarang .Posted at h in Cerita dewasa by projejakartaadmin "Kalau saja pagi ini bukan Pak Noel yang mengajar, tentu saja aku masih berjalan santai menuju .Read Selingkuh Dengan Ketua RT from the story Mature Stories by elenafreya Kumpulan cerita dewasa hanya untuk tahun ke atas. Aku melakukan masturbasi membayangkan ngentot dengan seorang lelaki, yang tidak Yang sering hadir dalam khayalan seksualku justru Bapak Danu, Pak RT di kompleks itu..Pak Vito adalah ketua RT di daerah tempat aku tinggal. Ia sering datang ke rumahku untuk keperluan menagih iuran daerah dan biaya air led cerita dewasa .Aku adalah lulusan sebuah Universitas T cerita dewasa Pak Hambali adalah ketua RT di daerah tempat aku tinggal. Ia sering datang ke rumahku untuk .Cerita Hot Aku Berselingkuh Dengan Pak RT Bagian Dua Sementara aku menunggu sesuatu yang aku tahu nggak akan pernah datang padaku . Dan sampai pada akhirnya dimana Pak Parno sendiri juga tidak tahan. . AKU NGENTOT PACARKU YANG BERNAFSU BESAR Pada satu waktu Ira .
Pak Hambali adalah ketua RT di daerah tempat aku tinggal. Ia sering datang ke rumahku untuk keperluan menagih iuran daerah dan biaya air ledeng. Dia adalah seorang pria berusia sekitar 50 tahunan dan mempunyai dua istri. Benar kata orang bahwa dia ini seorang bandot tua, buktinya ketika di rumahku kalau aku melewat didepannya, seringkali matanya jelalatan melihat padaku seolah-olah matanya tembus pandang ke balik pakaianku. Bagiku sih tidak apa-apa, aku malah senang kalau tubuhku dikagumi laki-laki, terkadang aku memakai baju rumah yang seksi kalau melewat di depannya. Aku yakin di dalam pikirannya pasti penuh hal-hal yang jorok tentangku. Pada suatu hari aku sedang di rumah sendirian. Aku sedang melakukan fitness untuk menjaga bentuk dan stamina tubuhku di ruang belakang rumahku yang tersedia beberapa peralatan fitness. Aku memakai pakaian yang enak dipakai dan menyerap keringat berupa sebuah kaus hitam tanpa lengan dengan belahan dada rendah sehingga buah dadaku yang montok itu agak tersembul keluar terutama kalau sedang menunduk apalagi aku tidak memakai BH, juga sebuah celana pendek ketat yang mencetak pantatku yang padat berisi. Waktu aku sedang melatih pahaku, tiba-tiba terdengar bel berbunyi, segera saja kuambil handuk kecil dan mengelap keringatku sambil berjalan ke arah pintu. Kulihat dari jendela, ternyata Pak Hambali yang datang, pasti dia mau menagih biaya ledeng, yang dititipkan ayah padaku tadi pagi. Kubukakan pagar dan kupersilakan dia ke dalam “Silakan Pak duduk dulu ya, sambil nunggu saya ambil uangnya” senyumku dengan ramah mempersilakannya duduk di ruang tengah “Kok sepi sekali dik, kemana yang lain ?” “Papa hari ini pulangnya malam, tapi uangnya udah dititip ke saya kok, mama juga lagi arisan sama teman-temannya” Seperti biasa matanya selalu saja menatapi tubuhku, terutama bagian dadaku yang agak terlihat itu. Aku juga sadar kalau dadaku sempat diintip olehnya waktu menunduk untuk menaruh segelas teh untuknya. “Minum Pak” tawarku lalu aku duduk di depannya dengan menyilangkan kaki kananku sehingga pahaku yang jenjang dan putih itu makin terlihat. Nuansa mesum mulai terasa di ruang tamuku yang nyaman itu Dia menanya-nanyaiku sekitar masalah anak muda, seperti kuliah, hoby, keluarga, dan lain-lain, tapi matanya terus menelanjangiku “Dik Citra lagi olah raga yah, soalnya badannya keringatan gitu terus mukanya merah lagi” katanya “Iya nih Pak , biasa kan cewek kan harus jaga badan lah, cuma sekarang jadi pegel banget nih, pengen dipijat rasanya, bapak bisa bantu pijitin ga ?” godaku sambil mengurut-ngurut pahaku. Tanpa diminta lagi dia segera bangkit berdiri dan pindah ke sebelahku, waktu berdiri kuperhatikan ia melihat putingku yang menonjol dari balik kausku, juga kulihat penisnya ngaceng berat membuatku tidak sabar mengenggam benda itu. “Mari Dik, kesinikan kakinya biar bapak pijat” Aku lalu merubah posisi dudukku menjadi menyamping dan menjulurkan kakiku ke arahnya. Dia mulai mengurut paha hingga betisku. Uuuhh…pijatannya benar-benar enak, telapak tangannya yang kasar itu membelai pahaku yang putih mulus membangkitkan birahiku. Akupun mendesah-desah sambil menggigit bibir bawahku. “Pijatan bapak enak ya Dik ?” tanyanya “Iya Pak, terus dong…enak….emmhh !” aku terus mendesah membangkitkan nafsu Pak Hambali, desahanku kadang kusertai dengan geliat tubuh. Dia semakin berani mengelus paha dalamku, bahkan menyentuh pangkal pahaku dan meremasnya “Enngghh…Pak !” desahku lebih kuat lagi ketika kurasakan jari-jarinya mengelusi bagian itu Tubuhku makin menggelinjang sehingga nafsu Pak Hambali pun semakin naik dan tidak terbendung lagi. Celana sportku dipelorotkannya beserta celana dalamku. “Aaww…!” aku berlagak kaget sambil menutupi kemaluanku dengan telapak tanganku. Melihat reaksiku yang malu-malu kucing ini dia makin gemas saja, ditariknya celanaku yang sudah tertarik hingga lutut itu lalu dilemparnya ke belakang, tanganku yang menutupi kemaluan juga dibukanya sehingga kemaluanku yang berambut lebat itu tampak olehnya, klistorisku yang merah merekah dan sudah becek siap dimasuki. Pak Hambali tertegun beberapa saat memandangiku yang sudah bugil bagian bawah itu. “Kamu memang sempurna Dik Citra, daridulu bapak sering membayangkan ngent*tin kamu, akhirnya hari ini kesampaian juga” rayunya Dia mulai melepas kemejanya sehingga aku dapat melihat perutnya yang berlemak dan dadanya yang berbulu itu. Lalu dia membuka sabuk dan celananya sehingga benda dibaliknya kini dapat mengacung dengan gagah dan tegak. Aku menatap takjub pada organ tubuh itu, begitu besar dan berurat aku sudah tidak sabar lagi menggenggam dan mengulumnya. Pak Hambali begitu membuka pahaku lalu membenamkan kepalanya di situ sehingga selangkanganku tepat menghadap ke mukanya. “Hhmm…wangi, pasti adik rajin merawat diri yah” godanya waktu menghirup kemaluanku yang kurawat dengan apik dengan sabun pembersih wanita. Sesaat kemudian kurasakan benda yang lunak dan basah menggelitik vaginaku, oohh…lidahnya menjilati klistorisku, terkadang menyeruak ke dalam menjilati dinding kemaluanku. Lidah tebal dan kumisnya itu terasa menggelitik bagiku, aku benar-benar merasa geli di sana sehingga mendesah tak tertahan sambil meremasi rambutnya. Kedua tangannya menyusup ke bawah bajuku dan mulai meremas buah dadaku, jari-jarinya yang besar bermain dengan liar disana, memencet putingku dan memelintirnya hingga benda itu terasa makin mengeras. “Pak…oohh..saya juga mau…pak !” desahku tak tahan lagi ingin mengulum penis itu. “Kalau begitu bapak di bawah saja ya dik” katanya sambil mengatur posisi kami sedemikian rupa menjadi gaya 69 Aku naik ke wajahnya dan membungkukkan tubuhku, kuraih benda kesukaanku itu, dalam genggamanku kukocok perlahan sambil menjilatinya. Kugerakkan lidahku menelusuri pelosok batang itu, buah pelirnya kuemut sejenak, lalu jilatanku naik lagi ke ujungnya dimana aku mulai membuka mulut siap menelannya. Oohh…batang itu begitu gemuk dan berdiameter lebar persis seperti tubuh pemiliknya, sehingga akupun harus membuka mulutku selebar-lebarnya agar bisa mamasukkannya. Aku mulai mengisapnya dan memijati buah pelirnya dengan tanganku. Pak Hambali mendesah-desah enak menikmati permainanku, sementara aku juga merasa geli di bawah sana, kurasakan ada gerakan memutar-mutar di dalam liang vaginaku oleh jarinya, jari-jari lain dari tangan yang sama mengelus-elus klistoris dan bibir vaginaku, bukan itu saja, lidahnya juga turut menjilati baik anus maupun vaginaku. Sungguh suatu sensasi yang hebat sekali sampai pinggulku turut bergoyang menikmatinya, juga semakin bersemangat mengulum penisnya. Selama 10 menitan kami menikmatinya sampai ada sedikit terganggu oleh berbunyinya HP Pak Hambali. Aku lepaskan penisnya dari mulutku dan menatap padanya. Pak Hambali menyuruhku mengambil HP-nya di atas meja ruang tamu, lalu dia berkata “Ayo dik, terusin dong karaokenya, biar bapak ngomong dulu di telepon” Aku pun tanpa ragu-ragu menelan kembali penisnya. Dia bicara di HP sambil penisnya dikulum olehku, tidak tau deh bicara dengan siapa, emang gua pikirin, yang pasti aku harus berusaha tidak mengeluarkan suara-suara aneh. Tangan satunya yang tidak memegang HP terus bekerja di selangkanganku, kadang mencucuk-cucukkannya ke vagina dan anusku, kadang meremas bongkahan pantatku. Tiba-tiba dia menggeram sambil menepuk-nepuk pantatku, sepertinya menyuruhku berhenti, tapi karena sudah tanggung aku malahan makin hebat mengocok dan mengisap penis itu sampai dia susah payah menahan geraman nikmatnya karena masih harus terus melayani pembicaraan. Akhirnya muncratlah cairan putih itu di mulutku yang langsung saya minum seperti kehausan, cairan yang menempel di penisnya juga saya jilati sampai tak bersisa. “Ngga kok…tidak apa-apa…cuma tenggorokkan saya ada masalah dikit” katanya di HP Tak lama kemudian dia pun menutup HP nya, lalu bangkit duduk dan menaikkanku ke pangkuannya, tangan kirinya dipakai menopang tubuhku. “Wah…dik Citra ini bandel juga ya, tadi kan bapak udah suruh stop dulu, eee…malah dibikin keluar lagi, untung ga curiga tuh orang” katanya sambil mencubit putingku “Hehehe…sori deh pak, kan tadi tanggung makannya saya terusin aja, tapi bapak seneng kan” kataku dengan tersenyum nakal “Hmm…kalo gitu awas ya sekarang bapak balas bikin kamu keluar nih” seringainya, lalu dengan sigap tangannya bergerak menyelinap diantara kedua pangkal pahaku. Jari tengah dan telunjuknya menyeruak dan mengorek-ngorek vaginaku, aku meringis ketika merasakan jari-jari itu bergerak semakin cepat mempermainkan nafsuku. Pak Hambali menurunkan kaos tanpa lenganku dari bahu dan meloloskannya lewat lengan kananku, sehingga kini payudara kananku yang putih montok itu tersembul keluar. Dengan penuh nafsu langsung dia lumat benda itu dengan mulutnya. Aku menjerit kecil waktu dia menggigit putingku dan juga mengisapnya kuat-kuat, bulatan mungil itu serasa makin menegang saja. Dia membuka mulutnya lebar-lebar berusaha memasukkan seluruh payudaraku ke mulutnya, di dalam mulutnya payudaraku disedot, dikulum, dan dijilat, rasanya seperti mau dimakan saja milikku itu. Sementara selangkanganku makin basah oleh permainan jarinya, jari-jari itu menusuk makin cepat dan dalam saja. Hingga suatu saat birahiku terasa sudah di puncak, mengucurlah cairan cintaku dengan deras. Aku mengatupkan pahaku menahan rasa geli di bawahku sehingga tangannya terhimpit diantara kedua paha mulusku. Setelah dia cabut tangannya dari kemaluanku, nampak jari-jarinya sudah belepotan oleh cairan bening yang kukeluarkan. Dia jilati cairanku dijarinya itu, aku juga ikutan menjilati jarinya merasakan cairan cintaku sendiri. Kemudian dia cucukkan lagi tangannya ke kemaluanku, kali ini dia mengelus-ngelus daerah itu seperti sedang mengelapnya. Telapak tangannya yang penuh sisa-sisa cairan itu dibalurinya pada payudaraku “Sayang kalo dibuang, kan mubazir” ucapnya Kembali lidahnya menjilati payudaraku yang sudah basah itu, sedangkan aku menjilati cairan pada tangannya yang disodorkan padaku. Tanganku yang satu meraba-raba ke bawah dan meraih penisnya, terasa olehku batang itu kini sudah mengeras lagi, siap memulai aksi berikutnya. “Enggh…masukin aja Pak, udah kepingin nih” Dia membalik tubuhku, tepat berhadapan dengannya, tangan kananya memegangi penisnya untuk diarahkan ke vaginaku. Aku membukakan kedua bibir vaginaku menyambut masuknya benda itu. Setelah kurasakan pas aku mulai menurunkan tubuhku, secara perlahan tapi pasti penis itu mulai terbenam dalam kemaluanku. Goyanganku yang liar membuat Pak Hambali mendesah-desah keenakan, untung dia tidak ada penyakit jantung, kalau iya pasti sudah kumat. Kaosku yang masih menyangkut di bahu sebelah kiri diturunkannya sehingga kaos itu menggantung di perutku dan payudara kiriku tersingkap. Nampak sekali bedanya antara yang kiri yang masih bersih dengan bagian kanan yang daritadi menjadi bulan-bulanannya sehingga sudah basah dan memerah bekas cupangan. Kedua tangannya meremas-remas kedua payudaraku, ketika melumatnya terkadang kumisnya yang kasar itu menggesek putingku menimbulkan sensasi geli yang nikmat. Lidahnya bergerak naik ke leherku dan mencupanginya sementara tangannya tetap memainkan payudaraku. Birahiku sudah benar-benar tinggi, nafasku juga sudah makin tak teratur, dia begitu lihai dalam bercinta, kurasa bukan pertama kalinya dia berselingkuh seperti ini. Aku merasa tidak dapat bertahan lebih lama lagi, frekuensi goyanganku kutambah, lalu aku mencium bibirnya. Tubuh kami terus berpacu sambil bermain lidah dengan liarnya sampai ludah kami menetes-netes di sekitar mulut, eranganku teredam oleh ciumannya. Mengetahui aku sudah mau keluar, dia menekan-nekan bahuku ke bawah sehingga penisnya menghujam makin dalam dan vaginaku makin terasa sesak. Tubuhku bergetar hebat dan jeritanku tak tertahankan lagi terdengar dari mulutku, perasaan itu berlangsung selama beberapa saat sampai akhirnya aku terkulai lemas dalam pelukannya. Dia menurunkanku dari pangkuannya, penisnya terlihat berkilauan karena basah oleh cairan cinta. Dibaringkannya tubuhku yang sudah lemas itu di sofa, lalu dia sodorkan gelas yang berisi teh itu padaku. Setelah minum beberapa teguk, aku merasa sedikit lebih segar, paling tidak pada tenggorokkanku karena sudah kering waktu mendesah dan menjerit. Kaosku yang masih menggantung di perut dia lepaskan, sehingga kini aku bugil total. Sebelum tenagaku benar-benar pulih, Pak Hambali sudah menindih tubuhku, aku hanya bisa pasrah saja ditindih tubuh gemuknya. Dengan lembut dia mengecup keningku, dari sana kecupannya turun ke pipi, hingga berhenti di bibir, mulut kami kembali saling berpagutan. Saat berciuman itulah, Pak Hambali menempelkan penisnya pada vaginaku, lalu mendorongnya perlahan, dan aahh…mataku yang terpejam menikmati ciuman tiba-tiba terbelakak waktu dia menghentakkan pinggulnya sehingga penis itu menusuk lebih dalam. Kenikmatan ini pun berlanjut, aku sangat menikmati gesekan-gesekan pada dinding vaginaku. Buah dadaku saling bergesekan dengan dadanya yang sedikit berbulu, kedua paha rampingku kulingkarkan pada pinggangnya. Aku mendesah tak karuan sambil mengigiti jariku sendiri. Sementara pinggulnya dihentak-hentakkan diatasku, mulutnya tak henti-hentinya melumat atau menjilati bibirku, wajahku jadi basah bukan saja oleh keringat, tapi juga oleh liurnya. Telinga dan leherku pun tak luput dari jilatannya, lalu dia angkat lengan kananku ke atas dan dia selipkan kepalanya di situ. Aahh…ternyata dia sapukan bibir dan lidahnya di ketiakku yang halus tak berbulu itu, kumis kasar itu menggelitikku sehingga desahanku bercampur dengan ketawa geli. “Uuuhh..Pak…aakkhh…!” aku kembali mencapai orgasme, vaginaku terasa semakin banjir, namun tak ada tanda-tanda dia akan segera keluar, dia terlihat sangat menikmati mimik wajahku yang sedang orgasme. Suara kecipak cairan terdengar jelas setiap kali dia menghujamkan penisnya, cairanku sudah meleleh kemana-mana sampai membasahi sofa, untung sofanya dari bahan kulit, jadi mudah untuk membersihkan dan menghilangkan bekasnya. Tanpa melepas penisnya, Pak Hambali bangkit berlutut di antara kedua pahaku dan menaikkan kedua betisku ke pundaknya. Tanpa memberiku istirahat dia meneruskan mengocok kemaluanku, aku sudah tidak kuat lagi mengerang karena leherku terasa pegal, aku cuma bisa mengap-mengap seperti ikan di luar air. “Bapak udah mau…dik…Citra…!!” desahnya dengan mempercepat kocokkannya. “Di luar…Pak…ahh…uuhh…lagi subur” aku berusaha ngomong walau suaraku sudah putus-putus. Tak lama kemudian dia cabut penisnya dan menurunkan kakiku. Dia naik ke wajahku, lalu dia tempelkan penisnya yang masih tegak dan basah di bibirku. Akupun memulai tugasku, kukulum dan kukocok dengan gencar sampai dia mengerang keras dan menjambak rambutku. Maninya menyemprot deras membasahi wajahku, aku membuka mulutku menerima semprotannya. Setelah semprotannya mereda pun aku masih mengocok dan mengisap penisnya seolah tidak membiarkan setetespun tersisa. Batang itu kujilati hingga bersih, benda itu mulai menyusut pelan-pelan di mulutku. Kami berpelukan dengan tubuh lemas merenungi apa yang baru saja terjadi. Sofa tempat aku berbaring tadi basah oleh keringat dan cairan cintaku yang menetes disana. Masih dalam keadaan bugil, aku berjalan sempoyongan ke dapur mengambil kain lap dan segelas air putih. Waktu aku kembali ke ruang tamu, Pak Hambali sedang mengancingkan lagi bajunya, lalu meneguk air yang tersisa di gelasnya. “Wah Dik Citra ini benar-benar hebat, istri-istri bapak sekarang udah ga sekuat adik lagi padahal mereka sering melayani bapak berdua sekaligus” pujinya yang hanya kutanggapi dengan senyum manis. Setelah berpakaian lagi, aku mengantarnya lagi ke pintu depan. Sebelum keluar dari pagar dia melihat kiri kanan dulu, setelah yakin tidak ada siapa-siapa dia menepuk pantatku dan berpamitan “Lain kali kalo ada kesempatan kita main lagi yah Dik” “Dasar bandot, belum cukup punya istri dua, masih ngembat anak orang” kataku dalam hati Akhirnya aku pun mandi membersihkan tubuhku dari sperma, keringat, dan liur. Siraman air menyegarkan kembali tubuhku setelah seharian penuh berolahraga dan berolahsyahwat. Beberapa menit sesudah aku selesai mandi, ibuku pun pulang. Beliau bilang wangi ruang tamunya enak sehingga kepenatannya agak berkurang, aku senyum-senyum saja karena ruang itu terutama sekitar “medan laga” kami tadi telah kusemprot pengharum ruangan untuk menutupi aroma bekas persenggamaan tadi.
setelah sebelumnya admin telah berbagi kisah Selingkuh Dengan Sahabat Suamiku Yang Gagah Perkasa kini ada Bercinta Dengan Anak Pak RT Yang Begitu Menggoda pastinya tak kalah menarik dari cerita sebelumnya. Oke langsung aja om dan mbak simak cerita seks terbaru tersebut berikut ini. Sudah hampir dua bulan aku ngekost di rumah Pak Irwan ketua Rt kampung Bojong daerah Bekasi. Kebetulan aku mendapatkan kontrak kerja selama setahun untuk sebuah proyek pembangunan apartemen di Bekasi. Dan selama itulah aku memendam hasrat dengan Bu Anne yang merupakan istri Pak Irwan. Aku tertarik pada Bu Anne sejak pertama kali masuk ngekost. Hampir setiap hari aku membayangkan ngentot dengan Bu Anne yang memiliki toket montok dan tubuh seksi. Dan ternyata Bu Anne juga memendam hasrat yang sama denganku. Akhirnya kamipun sering mencuri waktu dan diam-diam bercumbu dikala Pak Rt sedang keluar rumah. Tapi hasratku kepada Bu Anne jadi hilang seketika disaat tiba-tiba anak Pak Irwan yang kuliah di Surabaya pulang ke rumah. Vivi nama gadis itu, dia cantik, langsing dan berkulit putih tapi toketnya tidak terlalu besar, jauh berbeda dengan Bu Anne yang memiliki toket yang sangat montok. Siang itu aku dimintai tolong sama Bu Anne untuk mengantar Vivi mencari tiket Bus supaya Vivi segera kembali ke Surabaya, dengan maksud agar Vivi tak lama berada di rumah dan tak menganggu hubungan kami. Akupun mengiyakan perintah Bu Anne. Dalam perjalanan kami tak banyak mengobrol bahkan terkesan diam. Tiba-tiba dering hp Vivi berbunyi memecahkan kesunyian diantara kami, dengan segera Vivi mengangkat telpon itu. Aku tak tahu entah siapa yang menelponya dan apa yang sedang dibicarakannya, raut wajah Vivi berubah seketika, matanya berkaca-kaca tak lama air mata itupun terjatuh membasahi wajah Vivi. Akupun langsung menghantika laju mobil dan berhenti ke pinggir di depan sebuah rumah makan. “Lho kamu kenapa Vi? “ tanyaku penasaran. Tapi entah kenapa begitu melihat Vivi menangis , kontolku malah jadi tegang. Apa mungkin karena wajahnya tambah cantik ang membuat kontolku berdiri. Vivi tak menjawab pertanyaanku, dia terus menangis dan lalu bersandar dipundakku. Aku merasa kasihan melihat kedaan Vivi, aku berusaha untuk menenangkannya dan mengajaknya masuk ke dalam rumah makan tersebut. Setelah masuk ke dalam rumah makan tiba-tiba Vivi bercerita “Hidupku serasa sudah selesai mas, aku ingin mati saja” katanya sambil sesenggukan. “Hust, jangan ngomong gitu Vi ndak baik, emang kenapa sih?” tanyaku semakin penasaran. “Tadi pacarku menelponku, dia memutuskan hubungan kami dan akan menikah dengan wanita lain” jawabnya. “Kamu yang sabar ya…sudah jangan menangis lagi, di dunia ini lelaki gak Cuma dia aja kog, masih banyak lelaki lain yang lebih baik dari dia” jawabku sok bijak. “Tapi mas, perawanku hilang karena dia, aku sudah tak berharga lagi” katanya “Jangan berpikiran sempit, lihat disana banyak janda beranak yang juga jadi rebutan” jawabku mencoba menghibur. Vivi lalu terdiam, aku tak tahu apa yang sedang dia pikirkan begitu mendengar ucapkan, tapi perlahan isak tangisnya mereda dan mulai memakan makanan yang sudah kami pesan. Setelah selesai makan, Vivi ngomong sesuatu yang membuatku terkejut, dia berkata kalau dia gak mau balik ke kampusnya dulu, “Mas, kamu mau gak nemenin aku?” tanya Vivi mengejutkanku. “Lha ini kan sudah kutememani” jawabku singkat. “Iya tapi maksudku, temani aku satu atau dua hari gitu, tapi kalau kamu gak sibuk sih” katanya manja. “Sebulanpun juga gakpapa kog Vi” jawabku menggodanya. “Yang bener? Terus nanti pacarmu kalau marah gimana?” tanyanya memancing. “Udah jangan banyak tanya, kalau kamu butuh teman aku bersedia menemanimu” jawabku sambil mencubit dagunya. “Iiih, mesti ujung-ujungnya gombalan…hahaha” jawabnya. “Emangnya kamu mau kemana minta ditemenin segala? Aku gak maul ho kalau suruh nemenin tidur,,hahahaha” tanyaku bercanda. “Yeee, GR banget sih kamu, enakan tidur ma bonekaku…” jawabnya membalas candaanku. “Emang bonekamu punya burung?hahahha” tanyaku memancing. “Omong apa sih kamu, ngeres banget iihhh….” Jawabnya dengan nada manja. “Aku juga siap kog jadi pacarmu sehari hehehhe…” kataku sambil mengelus pipinya. Sesaat kemudian Vivi terdiam kembali, telapak tangannya berubah menjadi dingin dan berkeringat dengan ekspresi wajah yang gugup. “Kamu kenapa Vi? Kog telapak tanganmu berubah dingin gini? Padahal cuma kuelus pipimu belum yang lainnya” tanyaku yang membuatnya tersadar dari lamunannya dan menarik tangannya. “Udah ah…jangan ngawur, aku cuma pengin cari tempat yang tenang saja untuk menenangkan diriku, yuk cari tempat dimana gitu?” ajaknya. “Aku tahu tempat yang asyik, dijamin kamu akan lupa dengan pacarmu dan mungkin juga lupa daratan…hahahaha” kataku sambil bercanda. Tanpa menunggu jawab dari Vivi, aku lantas menggandeng tangannya untuk masuk ke dalam mobil dan langsung menuju tempat yang aku janjikan pada Vivi, yaitu sebuah apartemen yang bisa disewa harian. Tiga puluh menit kemudian kami sampai di lokasi, di apartemen ini biasanya aku mengadakan pesta bersama dengan teman-temanku. “Ini tempat apa mas? Seperti diskotik?” tanya Vivi penasaran. “Sudah nikmati saja, anggap di rumah sendiri” kataku sambil menuangkan minuman yang aku ramu sendiri. Kuputar musik di layar lebar yang berada di depan kami. Ruangan yang redup menambah keharmonisan kami. Hanya butuh waktu 5 menit, ramuan yang kubuat sudah berhasil membuyarkan kesadarannya. Tanpa sadar kini tangan kanan Vivi mengelus-elus memenya sendiri dari luar celana yang dia pakai. Tanpa menunggu lama aku langsung menyambar tubuhnya hingga terjatuh di sofa dan langsung kutindih badannya. “Biar kubantu mengelus ya? Agar lebih nikmat” kataku padanya. Tanpa menunggu jawaban darinya, aku langsung melepas semua pakaianku yang melekat pada tubuhku termasuk CDku kemudian aku juga membantu melepaskan seluruh baju Vivi, awalnya sih dia menolak dan coba menepis tanganku, tapi begitu dia melihat kontolku yang besar berdiri dia langsung menyerah. Aku langsung mengambil posisi 69. Kujilati memeknya yang tanpa ditumbuhi bulu. Kubuka lubang memeknya dengan lidahku. Bisa dibayangkan betapa nikmat yang dirasakan Vivi apalagi dicampur dengan meminum ramuan yang buat tadi seakan menambah gairahnya. Vivi mengerang kencang, tanpa kuatir ada yang mendengar dari luar, karena ruangan ini memang cocok untuk mengekspresikan desahan dan rintihan. “Arrgghhh, maasss…. Enak maaasss…terus mas..tusuk lubangku dengan lidahmu maasss…ooohhh…” Desahnya semakin kencang seiring dengan sodokan lidahku yang juga semakin cepat mengobok-obok memenya yang sudah sangat becek. Vivi pun membalas permainanku, dia menjilati, menghisap dan mengocok kontolku dengan liarnya bahkan tak segan-segan dia menyusur anusku. Mengejang tubuhku dibuatnya dan kontolku pun seakan semakin mengeras dan panas. “Aduuuhh…Viiii nikmat sekali sayaaaang…terus sayang jangan berhenti ya sedot yang keras Viiii….” Vivi pun menuruti perkataanku dia, lalu menghisap kencang kepala kontolku dan semakin memasukan dalam ke mulutnya hingga terkena tenggorokannya. Rsanya sungguh nikmat di banding masuk ke dalam memek. Tapi aku gak tega melihat wajah Vivi berubah menjadi pucat terengah dan tersedak sejadi-jadinya. Lalu kusandarkan tubuh Vivi di sofa dan perlahan aku menggesekan kepala kontolku di bibir memeknya. Perlahan kumasukan kontolku ke dalam lubang memeknya, terasa masih sempit meski dia sudah tak perawan lagi. Dengan sedikit bhentakan akhirnya kontolku berhasil masuk ke dalam memeknya, “Sleeeep…..”. Vivi menjerit antara nikmat dan sedikit menahan sakit. “Aaauuu…aaahhhh….sssthhhh….” Setelah seluruh kontolku masuk ke dalam memeknya, akupun mulai memompa memek tersebut dengan penuh nafsu, dan tanganku kugunakan untuk meremas toketnya. Sodokanku kupercepat dan sesekali aku memukuli pantatnya seperti film bokep yang sering kulihat. “Oooohhh…. Yeeeessss….” Erangan Vivi membuatku semakin bernafsu. Dan untuk menambah sensasi aku memasukan jari tengahku ke lubang anusnya yang terlebiih dahulu kulumuri dengan lendir memek Vivi. Aku tak peduli dengan apa yang dirasakan oleh Vivi, entah itu sakit atau nikmat. Dua lubangnya kukocok bersamaan, kontolku menyodok memeknya sedangkan jari tengahku mengobok-obok anusnya. “Enak gak Viiii…. Hari ini aku seutuhnya milikmu, kamu akan kupuaskan sayang….” Tanyaku sambil terus menyodok kedua lubangnya. “Enak sekaliii maasss….aku udah gak tahan lagi maasss…” jerit Vivi. Tak berapa lama tubuh Vivi menegang pertanda dia sudah orgasme. Tapi aku terus saja menyodok lubang-lubangnya, selama aku belum orgasme aku tak akan menghentikan sodokanku. Dan benar saja setelah hampir setengah jam aku mengobok-obok memek dn anusnya, aku merasa tanda-tanda kontolku akan menyemprotkan sperma, Aku semakin mempercepat sodokan kontolku. “Ploookkk…ploookk…ploookkk” “Aaahhhhh..ooohhhh….” teriaku sambil menyemprotkan seluruh spermaku ke dalam lubang memeknya. “Crooot…crooottt…croootttt…”. Kutahan kontolku agar tetap berada di dalam memeknya sampai spremaku habis seluruhnya menyemprot rahimnya. Kami berdua benar-benar menikmati persetubuhan yang liar ini. Dan akhirnya kami tertidur hingga pagi. Keesokan harinya kami pulang ke rumah karena Pak Rt dan Bu Rt sudah menunggu kami. Disepanjang perjalanan Vivi menangis lagi. Dan sama seperti cowok yang lain aku mencoba untuk merayu dan menenagkannya. Aku juga berjanji akan bertanggung jawab apabila dia sampai hamil. Tapi untungnya samapi kontraku selesai Vivi tak juga hamil, aku pulang kampong dengan aman.
cerita dewasa pak rt