Puisidi atas di ambil dari cerpen Mister Dream Collector 2 yang di siar dalam buin (buku + zine?) Jargon I, debut pertama dari JargonBooks. Kitab Wasiat Soe Hok Gie. Posted by Port Saya | | Edit Catatan :karya ini terinspirasi dari sisi sentimental seorang GIE dan musik boleh datang daripada cahaya bulan. Baca lagi ยป PUISISOE HOK GIE Published : 15.03 Author : zani tata kabelizer CAHAYA BULAN Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui Apakah kau masih selembut dahulu Memintaku minum susu dan tidur yang lelap Sambil membenarkan letak leher kemejaku Cahayamatahari hangatkan jiwa ini kawan , , , kawan Am G Bersama kita lalui , bersama kita rasakan segala yang terlewati tanpa rasa ragu Am-G-Am-G wo , o , o , , aya ya ,ya , ho ho ho , , ayya ya,.ya,. woyooo intro : Am Dm-Em pernah kita merasakan Dm-Am jiwa terhempas dalam keluh kehidupan CahayaBulan. -Eros So7 ft Okta Liriknya sedikit mengambil dari barisan puisi Soe Hok Gie yang berjudul 'Sebuah Tanya'. Sebab, lagu ini diciptakan untuk keperluan pembuatan film 'Soe Hok Gie', sebagai soundtrack film tersebut. Jadi tidak heran jika kamu menemukan sastra kritik khas Gie di dalamnya. 5. Pecinta Alam. SoeHok Gie *tiba-tiba itunes nyetel lagu ini. bukan lagu sih, tapi puisi yang ditutup dengan lagu. suka dengan puisi ini karena banyak alasan. tapi kayaknya gw baru benar-benar ngerti arti puisi ini sekarang deh. tentang sebuah "hari yang biasa" yang "sudah lama kita ketahui". he you, do you feel it? sebuah sepeda motor bergerak dengan kecepatan sebesar 72 km jam. Oct4 akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui apakah kau masih selembut dahulu memintaku minum susu dan tidur yang lelap sambil membenarkan letak leher kemejaku kabut tipispun turun pelan-pelan di lembah kasih lembah Mandalawangi kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram meresapi belaian angin yang menjadi dingin apakah kau masih membelaiku semesra dahulu ketika kudekap, kau dekaplah lebih mesra lebih dekat apakah kau masih akan berkata ku dengar detak jantungmu kita begitu berbeda dalam semua kecuali dalam cinta cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan yang takkan pernah ku tahu dimana jawaban itu bagai letusan berapi bangunkan ku dari mimpi sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati

puisi soe hok gie cahaya bulan